Sebelum Ambil Pinjaman, Jangan Hanya Lihat Dana yang Cair

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mengajukan pinjaman kini semakin mudah seiring berkembangnya layanan pembiayaan digital. Namun, kemudahan tersebut tetap perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai kemampuan finansial dan kewajiban pembayaran yang akan muncul setelah pinjaman diterima.
PT Pembiayaan Digital Indonesia atau AdaKami memperkenalkan kampanye baru bertajuk “Buka-Bukaan” dengan tema “Gak Ada Udang di Balik Batu”. Kampanye ini mengangkat pentingnya keterbukaan informasi dalam layanan pinjaman, termasuk pemahaman konsumen terhadap skema pembayaran dan kewajiban yang muncul selama masa pinjaman.
Dalam kampanye tersebut, Perencana Keuangan Profesional, Rista Zwestika, CFP®, turut memberikan perspektif mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum menyetujui pinjaman. Menurut Rista, konsumen tidak seharusnya hanya melihat berapa besar dana yang diterima, tetapi juga perlu memahami bagaimana pinjaman tersebut akan dibayarkan kembali.
“Sebelum menyetujui pinjaman, ada dua hal yang kerap luput dari perhatian yaitu: apakah besaran cicilan sama setiap bulan dan kapan jatuh tempo cicilan pertama? Di sini banyak pengguna yang baru menyadari belakangan bahwa cicilan mereka ternyata lebih besar di awal dan harus dibayarkan dalam beberapa hari pertama setelah pinjaman diterima — bahkan belum genap sebulan,” ujar Rista Zwestika.
Hal tersebut menjadi penting karena setiap skema pembayaran dapat memberikan dampak berbeda terhadap arus kas. Terlebih bagi masyarakat yang memiliki pemasukan secara berkala, seperti pekerja dengan gaji bulanan maupun pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan untuk kegiatan produktif.































