Adapun pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai kontribusi Pindar terhadap pembiayaan UMKM perlu terus diperkuat. Menurutnya, industri tersebut perlu didukung dari sisi regulasi, landasan hukum, dan ekosistem.
"Pindar punya kontribusi yang luar biasa dalam pembiayaan UMKM. Untuk itu industri ini harus diberikan ruang yang cukup untuk terus tumbuh dari sisi regulasi, pondasi hukum, serta ekosistem yang mendukung," kata Misbakhun.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar mengatakan pertumbuhan industri Pindar harus tetap diiringi dengan prinsip kehati-hatian.
Menurutnya, industri tidak hanya dituntut tumbuh agresif, tetapi juga harus sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
"Masa depan industri ini membutuhkan kolaborasi yang lebih erat dari stakeholders seperti pemerintah, investor, perbankan, ekosistem pendukung, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya," tutut Entjik.
Di sisi lain, Gubernur Bali Wayan Koster turut mendorong industri Pindar untuk meningkatkan porsi pembiayaan produktif kepada UMKM guna memperkuat perekonomian masyarakat.
(prc/ell)
































