Logo Bloomberg Technoz

BRI Bawa 3 UMKM Binaan Tembus Pasar Internasional di Macao


(Dok. BRI)
(Dok. BRI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka akses promosi produk melalui ajang perdagangan global.

Dalam upaya tersebut, BRI berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong memfasilitasi tiga UMKM binaannya untuk berpartisipasi dalam Guangdong & Macao Branded Products Fair (GMBPF) 2026.

Pameran perdagangan tersebut berlangsung pada 6 hingga 9 Agustus 2026 di Cotai Expo, Venetian Hotel, Macao. Tiga UMKM binaan BRI yang ambil bagian yakni Sanfood BrIlian, Osadha Nusantara, dan Six Scents.

Ketiganya bergabung bersama 17 UMKM Indonesia lainnya dalam Paviliun Indonesia. Kehadiran mereka menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan Indonesia kepada pengunjung sekaligus pelaku usaha dari berbagai negara.

Paviliun Indonesia secara resmi dibuka oleh Acting Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong dan Macao Fithonatul Mar'ati. Acara tersebut turut dihadiri Chief Representative BRI Hong Kong Mochamad Reza Pradestama serta Chairman INACHAM Makau Wong Pan Seng.

GMBPF merupakan pameran perdagangan tahunan yang diselenggarakan Commerce and Investment Promotion Institute (IPIM), Macao bersama Department of Commerce of Guangdong Province, China.

Pada penyelenggaraan 2026, GMBPF berhasil menarik lebih dari 90.000 pengunjung dan melibatkan 459 peserta pameran. Besarnya jumlah pengunjung tersebut membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada pasar yang lebih luas.

Ajang GMBPF tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-18. Fokus pameran diarahkan pada sejumlah sektor yang memiliki peluang pertumbuhan, seperti produk kesehatan dan wellness, pangan sehat, kebutuhan harian ramah lansia, gaya hidup berkelanjutan, serta produk smart care dan home wellness sederhana.

Kesesuaian tema tersebut menjadi salah satu pertimbangan BRI dalam memilih UMKM binaan yang berpartisipasi. Produk yang dibawa memiliki karakteristik yang relevan dengan tren konsumen dan kebutuhan pasar dalam kategori kesehatan, pangan, serta gaya hidup.

Osadha Nusantara hadir dengan produk minuman herbal. Sementara itu, Sanfood Brilian Indonesia membawa makanan dan camilan sehat, sedangkan Six Scents memperkenalkan produk natural healthcare dan wellness.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan keikutsertaan UMKM binaan dalam GMBPF 2026 merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan eksposur produk lokal di pasar internasional.

Menurutnya, kesempatan mengikuti pameran global dapat menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun hubungan bisnis dengan calon pembeli dari luar negeri.

“Kami melihat antusiasme yang baik dari pengunjung maupun buyer selama pameran, yang diharapkan dapat membuka peluang pasar dan transaksi yang lebih luas bagi UMKM binaan BRI dalam meningkatkan volume transaksi ekspor dari Indonesia. Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan bahwa kualitas produk lokal Indonesia mampu memenuhi standar dan selera pasar global,” ujarnya.

Transaksi dan Kontrak Potensial Capai Rp18,2 Miliar

Keikutsertaan tiga UMKM binaan BRI dalam GMBPF 2026 menghasilkan capaian bisnis yang cukup signifikan. Selama pameran, ketiga UMKM tersebut membukukan transaksi penjualan langsung lebih dari MOP 23 ribu atau sekitar Rp50 juta.

Transaksi tersebut berasal dari 186 pembeli di segmen ritel. Selain penjualan langsung, partisipasi dalam pameran juga membuka peluang bisnis dengan pembeli dari segmen wholesale.

Potensi kontrak transaksi yang dihasilkan mencapai MOP 8,25 juta atau sekitar Rp18,2 miliar. Potensi tersebut berasal dari 13 calon pembeli yang bergerak di berbagai bidang, termasuk distribusi, hospitality, serta makanan dan minuman.

Kontrak potensial tersebut diharapkan dapat terealisasi dalam periode mendatang. Dengan demikian, manfaat keikutsertaan UMKM dalam pameran tidak hanya terlihat dari transaksi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dari peluang bisnis lanjutan.

Bagi UMKM, pertemuan langsung dengan calon buyer internasional memberikan kesempatan untuk memahami karakteristik pasar yang dituju. Pelaku usaha dapat memperoleh masukan mengenai produk, kemasan, kebutuhan konsumen, hingga pola kerja sama yang dibutuhkan.

Salah satu UMKM binaan BRI yang merasakan manfaat tersebut adalah Sanfood Brilian Indonesia. Produsen makanan dan camilan sehat asal Tangerang, Banten ini mengikuti GMBPF 2026 untuk memperluas jaringan bisnis dan mengenalkan produknya kepada pasar internasional.

Owner Sanfood Brilian Indonesia Eka Risky Septiani mengatakan keikutsertaan dalam pameran tersebut memberikan pengalaman sekaligus peluang baru bagi perusahaan.

Menurut Eka, kegiatan tersebut tidak hanya membuka jaringan dengan calon pembeli, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memahami kebutuhan pasar internasional secara lebih dekat.

“Bagi Sanfood Indonesia, kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk terus memperluas pasar dan membawa produk pangan Indonesia agar semakin dikenal di tingkat internasional. Selama kegiatan, kami juga membangun relasi dengan beberapa pelaku usaha dari bidang pendukung seperti kemasan, percetakan, desain, periklanan, dan branding. Relasi ini dapat menjadi peluang kolaborasi di kemudian hari, terutama dalam mendukung pengembangan produk dan kemasan Sanfood untuk pasar ekspor” ungkapnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pameran internasional dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi UMKM. Selain mencari pembeli, pelaku usaha juga dapat membangun ekosistem bisnis dengan pihak yang mendukung pengembangan produk.

Jaringan yang terbentuk selama pameran dapat membuka peluang kolaborasi pada aspek kemasan, desain, promosi, branding, hingga pengembangan produk. Hal ini menjadi penting ketika UMKM ingin menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar ekspor.

Partisipasi UMKM binaan BRI dalam GMBPF juga memperlihatkan potensi produk lokal Indonesia untuk bersaing di pasar global. Produk makanan sehat, minuman herbal, serta produk natural healthcare dan wellness memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang semakin memperhatikan kesehatan dan keberlanjutan.

BRI menilai akses terhadap pasar internasional menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong UMKM naik kelas. Semakin luas pasar yang dapat dijangkau, semakin besar pula peluang pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan bisnis.

Selain membuka peluang penjualan, pameran internasional memberikan ruang bagi UMKM untuk memperoleh pengalaman mengenai standar pasar global. Interaksi dengan buyer dan pelaku usaha dari berbagai negara dapat menjadi sumber informasi bagi pengembangan strategi bisnis.

Ke depan, BRI akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan kesempatan kepada UMKM Indonesia mengikuti ajang promosi dan pameran internasional.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas eksposur produk lokal sekaligus memperkuat jaringan bisnis UMKM Indonesia di luar negeri. Pelaku usaha juga diharapkan mampu memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan transaksi ekspor.

Bagi BRI, dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada pembiayaan. Pembukaan akses pasar, promosi produk, penguatan kapasitas, dan koneksi dengan calon buyer menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Capaian transaksi langsung sebesar Rp50 juta dan potensi kontrak Rp18,2 miliar dari GMBPF 2026 menjadi salah satu gambaran peluang yang dapat diperoleh UMKM ketika mampu menembus pasar internasional.

Dengan dukungan ekosistem dan akses promosi yang lebih luas, produk UMKM Indonesia memiliki peluang untuk semakin dikenal di pasar global. Keikutsertaan dalam GMBPF 2026 menjadi salah satu langkah BRI dalam membawa produk binaannya naik kelas dan memperluas jangkauan bisnis hingga mancanegara.