Logo Bloomberg Technoz

SMM mencatat konsep awal program tersebut bakal mencakup sekitar 80 GW PLTS di tingkat desa dan 20 GW PLTS skala utilitas. 

Rencananya, PLTS bakal dibangun di 80.000 desa dengan kapasitas 1 MW per desa dan total sistem penyimpanan energi baterai (BESS) sekitar 320 gigawatt hour (GWh).

SMM menilai jika desain tersebut dipertahankan, maka bakal menciptakan permintaan yang signifikan untuk sistem penyimpanan energi, microgrid, dan sistem manajemen energi. 

“Namun, belum ada konfirmasi bahwa tender tahap pertama sebesar 30 GW akan mengikuti struktur yang sama, yakni 80 GW tenaga surya terdistribusi dan 20 GW tenaga surya skala utilitas,” tegas SMM.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan tender PLTS dengan kapasitas total 100 GW bakal segera diumumkan.

Bahlil menjelaskan tender tahap I bakal dibuka untuk melelang proyek PLTS dengan kapasitas total 30 GW. Kendati begitu, Bahlil belum mengungkapkan tanggal pengumuman lelang dan mekanismenya.

“Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah kemarin dalam pidato pengantar APBN Bapak Presiden, itu menyampaikan bahwa kita akan mendorong untuk membangun PLTS, pembangkit listrik tenaga surya sebesar 100 gigawatt dalam waktu beberapa tahun ke depan,” kata Bahlil dalam Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).

“Tahun ini, kita akan sudah mulai pada 2026, kita akan mulai masuk tahap pertama dengan pembangunan 30 gigawatt,” tegas Bahlil.

Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pengembangan PLTS berkapasitas total 100 GW dapat rampung dalam waktu empat tahun.

Dari besaran itu, Kepala Negara menargetkan pada tahun ini Indonesia bisa merampungkan pengembangkan PLTS dengan kapasitas sekitar 30 GW.

“Kita juga akan membangun listrik dari tenaga surya sebesar 100 GW dan ini harus kita laksanaan dalam 4 tahun, tetapi tahun ini saja target kita adalah 30 GW,” kata Prabowo dalam peresmian Motor Listrik Nasional, disiarkan secara daring, Kamis (13/8/2026).

Selain itu, Kepala Negara juga menginstruksikan PLN untuk segera mengganti pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Prabowo meminta agar PLN mengganti PLTD dengan kapasitas total 13 GW dengan pembangkit alternatif lainnya.

Dia juga sempat menyatakan Indonesia memiliki cadangan hidrogen yang melimpah dan diharapkan dapat segera dimanfaatkan.

“PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel, kurang lebih 13 GW harus kita tinggalkan. Sumber-sumber energi lainnya ternyata sungguh sangat banyak,” ungkap Prabowo.

(azr/ros)

No more pages