"Pada akhirnya, adopsi teknologi secara terukur tidak didorong oleh sekadar kecanggihan teknologinya, melainkan oleh rasa percaya. Kunci utama adopsi stablecoin di Indonesia adalah membangun infrastruktur yang patuh, terdapat mekanisme pengawasan dan akuntabilitas, serta memberikan perlindungan konsumen. Sinergi antar-lembaga adalah jembatan utama untuk memastikan inovasi ini benar-benar memberikan dampak bagi ekonomi digital nasional," tegas Adri.
Keramaian Coinfest Asia tahun ini turut didukung oleh kondisi pasar aset kripto yang tengah berada dalam tren positif. Kondisi pasar yang kian kondusif ini memberikan optimisme bagi para pelaku industri untuk mengakselerasi adopsi teknologi berbasis utilitas riil, sekaligus memperluas kolaborasi strategis di tingkat regional maupun global.
Sebagai informasi, COIN merupakan perusahaan holding yang menaungi PT Central Finansial X (CFX) selaku Bursa Aset Kripto pertama di Indonesia, dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) selaku lembaga penyimpanan aset kripto. Kedua anak usaha COIN tersebut telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
(tim)






























