Logo Bloomberg Technoz

Laporan Common App menunjukkan penurunan dua digit dalam jumlah pendaftar dari Asia dan Afrika. Sementara itu, jumlah mahasiswa Eropa yang mendaftar ke kampus-kampus AS juga turun 4%, membalikkan tren kenaikan yang berlangsung stabil selama bertahun-tahun. Penurunan tersebut terjadi setelah sejumlah negara, termasuk Prancis dan Jerman, meningkatkan upaya untuk menarik mahasiswa yang mulai kecewa dengan prospek menempuh pendidikan di AS.

Perubahan Aturan Visa

Sementara itu, jumlah pendaftar perguruan tinggi dari dalam negeri naik 4%, terutama didorong oleh lonjakan 9% dari wilayah Barat Daya AS.

Dalam setahun terakhir, pemerintahan Trump melakukan sejumlah perubahan terhadap aturan visa pelajar dan meningkatkan upaya untuk membatasi jumlah mahasiswa asing yang masuk ke AS. Pada siklus pendaftaran 2024-2025, yang berakhir tak lama setelah Gedung Putih di bawah Trump pertama kali mulai memperketat aturan bagi pemegang visa pelajar, jumlah pendaftar asing hanya turun 1% dibandingkan dengan 2023-2024.

Rodney Hughes, ilmuwan data senior Common App, mengatakan penurunan terbaru tersebut merupakan yang terbesar sejak mereka mulai mengumpulkan data digital pada 2013.

“Jika mendapatkan visa menjadi lebih sulit, hal itu bisa membuat mahasiswa semakin enggan mendaftar,” kata Hughes.

Tren penurunan jumlah mahasiswa asing dapat semakin cepat setelah perubahan kebijakan yang telah berlaku selama puluhan tahun, yang membatasi kemampuan pemegang visa untuk mengganti jurusan, berpindah kampus, dan tetap tinggal di AS setelah lulus.

Penurunan jumlah pendaftar juga tidak merata di antara berbagai perguruan tinggi. Data menunjukkan universitas paling kompetitif memiliki penyangga yang lebih besar dibandingkan dengan kampus dengan reputasi global yang lebih rendah. Jumlah pendaftar internasional ke universitas paling selektif—yakni yang menerima kurang dari seperempat jumlah pendaftarnya—hanya turun 1%. Sementara itu, jumlah pendaftar ke universitas yang menerima lebih dari separuh pendaftar turun sekitar 20%, menurut studi tersebut.

SAT Kembali Diminati

Laporan tersebut juga menyoroti sejumlah tren lain dalam pendidikan tinggi. Untuk pertama kalinya sejak 2019, lebih banyak mahasiswa mencantumkan nilai tes standar dalam formulir pendaftaran dibandingkan dengan yang tidak mencantumkannya. Jumlah pendaftar yang menyertakan nilai SAT atau ACT meningkat 11% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah yang tidak melaporkan nilai tes turun 5%.

“Nilai tes tampaknya kembali diminati,” kata Hughes.

Perkembangan tersebut terjadi setelah sejumlah universitas ternama, termasuk Yale, Columbia, dan Princeton, mengumumkan kembali mewajibkan tes standar setelah hampir lima tahun menerapkan kebijakan yang memberikan pilihan kepada calon mahasiswa untuk menyertakan atau tidak menyertakan nilai tes. Perubahan kebijakan ini kembali memicu perdebatan mengenai manfaat nilai tes standar di berbagai kampus di seluruh AS, termasuk University of California, yang melarang petugas penerimaan mahasiswa mempertimbangkan nilai tes sejak 2019.

Penurunan jumlah mahasiswa internasional dan kembali maraknya penggunaan tes standar sama-sama menjadi kemenangan kebijakan bagi Presiden Donald Trump. Pemerintahannya telah menegaskan bahwa ia memandang kebijakan yang memberikan pilihan untuk tidak menyertakan nilai tes—yang cenderung menguntungkan pendaftar dari keluarga kurang mampu dan kelompok nonkulit putih—sebagai celah yang berpotensi digunakan untuk menerapkan kebijakan afirmatif yang ilegal di perguruan tinggi ternama.

Namun, jumlah universitas yang tidak mewajibkan tes masih jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang mewajibkannya. Hanya 5% perguruan tinggi yang mewajibkan pendaftar menyerahkan nilai SAT atau ACT, naik dari 4% tahun lalu, tetapi turun tajam dari 55% pada 2019, menurut laporan Common App.

Temuan lain dalam laporan tersebut antara lain:

  • Lebih dari 1,5 juta mahasiswa mendaftar ke perguruan tinggi di AS tahun ini, naik 2% dibandingkan siklus pendaftaran sebelumnya.
  • Jumlah pendaftar yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pembebasan biaya pendaftaran Common App meningkat 6% tahun ini, sementara jumlah pendaftar dari wilayah kode pos dengan pendapatan median rendah naik 8%.
  • Pendaftar kulit hitam menjadi kelompok ras dengan pertumbuhan tercepat, meningkat 8% dibandingkan tahun lalu.
  • Mahasiswa perempuan terus mendaftar ke perguruan tinggi dengan jumlah yang semakin tinggi dibandingkan laki-laki. Sekitar 848.000 perempuan mendaftar ke perguruan tinggi tahun ini, naik 3% dari tahun lalu, dibandingkan dengan 678.000 laki-laki.

(bbn)

No more pages