KRISIS BBM
Biaya Impor RI Bisa Kian Mahal Jika AS Kukuh Larang Ekspor Diesel
Azura Yumna Ramadani Purnama
01 October 2026 11:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) memprediksi biaya impor komoditas minyak dan gas (migas) yang dilakukan Indonesia bakal meningkat, jika Amerika Serikat (AS) jadi menyetop ekspor produk solar atau diesel.
Analis Senior ISEAI Ronny P. Sasmita berpendapat jika AS resmi melarang ekspor diesel, bakal terdapat tekanan cukup besar terhadap pasar global lantaran AS merupakan salah satu eksportir diesel terbesar dunia.
Dengan begitu, rencana kebijakan tersebut bisa membuat lonjakan harga diesel di pasar global yang dapat merambat ke harga produk bahan bakar minyak (BBM) lainnya, termasuk bensin, avtur, hingga biaya logistik.
“Saya melihat persoalan utamanya bukan hanya apakah Indonesia masih bisa membeli diesel atau bensin, tetapi berapa mahal biaya untuk mendapatkannya ketika seluruh negara importir berebut pasokan yang sama,” kata Ronny kepada Bloomberg Technoz, Kamis (1/10/2026).
Kendati begitu, dia tetap memandang Indonesia memiliki bantalan yang cukup kuat dengan telah tidak diimpornya solar cetane number (CN) 48 atau solar kualitas rendah, berkat mandatori biodiesel B50 per 1 Juli 2026.





























