Logo Bloomberg Technoz

BBM NONSUBSIDI

Harga Pertamax Ditahan, Diduga demi Cegah Migrasi ke Pertalite

Sabrina Mulia Rhamadanty
01 October 2026 15:50

SPBU Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian
SPBU Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar komoditas sekaligus pendiri Traderindo Wahyu Laksono menilai keputusan Pertamina menahan harga Pertamax di level Rp15.950/liter pada Oktober 2026 merupakan langkah preventif untuk mencegah lonjakan migrasi konsumen ke bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Wahyu menjelaskan pelebaran disparitas harga antara bensin bersubsidi Pertalite dan nonsubsidi Pertamax, jika dibiarkan hingga Rp7.000/liter, akan memicu risiko besar. 

Dengan kata lain, menurutnya, batas atas kenaikan Pertamax tidak boleh menembus Rp16.500 atau Rp17.000 per liter. 


“Saat ini, selisih harga antara Pertalite dan Pertamax berada pada angka Rp5.950/liter. Jika Pertamax dinaikkan menembus Rp16.500 atau Rp17.000/liter, maka pelebaran disparitas harga hingga Rp7.000/liter akan memicu risiko besar,” ungkap Wahyu saat dihubungi Bloomberg Technoz, Kamis (1/10/2026). 

Petugas mengisi BBM jenis Pertamax di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Titik Psikologis