Logo Bloomberg Technoz

"Tidak diragukan lagi bahwa Pemerintahan AS kembali sangat mengkhawatirkan kondisi pasar obligasi, sehingga mereka memberikannya 'suntikan steroid' lagi," ujar Matt Maley, chief market strategist di Miller Tabak + Co. Langkah ini merupakan sesuatu yang dapat "mendorong aset-aset berrisiko dalam jangka pendek," tambahnya, kecuali jika para investor justru melihatnya sebagai sinyal kelemahan.

Pengumuman ini keluar setelah imbal hasil obligasi pemerintah bertenor panjang melonjak secara global pekan ini, di mana imbal hasil Treasury AS bertenor 30 tahun mencapai level tertingginya sejak 2007. Lelang obligasi bertenor 10 tahun pada pekan lalu mencatatkan biaya pembiayaan tertinggi untuk tenor tersebut sejak 2007, sementara penjualan obligasi bertenor 30 tahun sehari setelahnya berada di tingkat imbal hasil tertinggi sejak 2001.

Meski Departemen Keuangan tidak merinci bagaimana skema pembiayaan untuk operasi tersebut, pemerintah biasanya mengandalkan penerbitan surat utang jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan pendanaan yang fluktuatif. Jika para pejabat secara efektif mengganti utang bertenor panjang dengan efek jangka pendek, manuver ini menyerupai versi lain dari strategi "Operation Twist" milik Federal Reserve (The Fed).

"Pemerintahan ini membutuhkan sebuah kemenangan, dan mungkin hal itu diwujudkan dalam bentuk upaya artifisial untuk menjaga agar suku bunga Treasury jangka panjang tetap terkendali," kata Jack McIntyre, seorang portfolio managerdi Brandywine Global Investment Management. "Mereka harus mencoba sesuatu. Sentimen terhadap obligasi jangka panjang secara global berada pada titik paling bearish yang pernah saya lihat dalam waktu yang sangat lama."

Musim rilis laporan keuangan di AS berlanjut dengan sejumlah perusahaan sektor konsumen yang melaporkan hasilnya. TJX Cos mengalami koreksi meskipun mencatatkan penjualan toko yang sama lebih baik dari perkiraan, menyusul rencana baru untuk mempercepat pembukaan toko yang mengejutkan investor. Sementara itu, Target Corp menguat setelah ritel tersebut menaikkan proyeksi kinerja penuh tahunnya berkat pencapaian hasil yang melampaui ekspektasi.

Di Asia, para pelaku pasar akan mencermati pergerakan SK Hynix Inc setelah produsen cip memori asal Korea Selatan tersebut mengungkapkan rencananya untuk membeli kembali saham senilai 40 triliun won dan mengembalikan lebih banyak keuntungan kepada para investor. Perusahaan berupaya menstabilkan harga sahamnya setelah merosot lebih dari 50% dalam dua bulan terakhir.

Para investor juga sedang mencermati risalah dari rapat terbaru The Fed, yang menunjukkan bahwa beberapa pejabat mendukung kenaikan suku bunga pada bulan lalu dan banyak yang menilai pengetatan lebih lanjut mungkin diperlukan jika inflasi gagal mendingin. Kendati demikian, ketidakpastian masih menyelimuti rapat tersebut karena prospek inflasi para peserta terbayangi oleh situasi perang Iran.

"Sebagian besar peserta memperkirakan bahwa inflasi akan menurun selama sisa tahun ini seiring memudarnya dampak tarif serta kenaikan harga energi sebelumnya, namun banyak peserta mencatat adanya kemungkinan bahwa inflasi dapat bertahan di tingkat yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama," tulis risalah tersebut.

(bbn)

No more pages