Pertamina SMEXPO Yogyakarta Buka Akses Pasar UMKM

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 kembali digelar di Pasar Ngasem pada 2 hingga 4 Oktober 2026. Mengusung tema “Lokal Jadi Vokal”, kegiatan ini mempertemukan 47 UMKM dengan pasar dan calon mitra usaha.
Peserta berasal dari Yogyakarta dan sekitarnya, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Aceh. Beragam produk lokal ditampilkan, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, hingga produk kreatif.
Penyelenggaraan tahun ini menjadi kali ketiga Pertamina SMEXPO digelar di Pasar Ngasem. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta.
Selain menjadi ruang promosi, Pertamina SMEXPO menghadirkan temu bisnis yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dari berbagai sektor. Di antaranya perhotelan, pariwisata, restoran, katering, hingga pemerintahan.
Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) M. Erry Sugiharto mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar UMKM tidak hanya mendapatkan eksposur, tetapi juga akses terhadap pasar dan peluang kemitraan.
“Pertamina SMEXPO tidak hanya kita hadirkan sebagai ruang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga sebagai ruang bertemunya UMKM dengan pasar, mitra usaha, dan berbagai peluang pengembangan bisnis jangka panjang,” ujar Erry.
Menurut Erry, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari transaksi selama pameran. Ia berharap hubungan bisnis yang terbentuk dapat berlanjut setelah kegiatan berakhir.
“Event boleh berakhir, tetapi dampaknya harus terus berjalan dan dirasakan,” katanya.
Pertamina SMEXPO Perluas Jejaring UMKM
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan Pertamina SMEXPO menjadi salah satu upaya membuka akses lebih luas bagi UMKM untuk bertemu pembeli, membangun jaringan, dan memperluas pasar.
Catatan penyelenggaraan pada 2024 dan 2025 menunjukkan lebih dari 3.000 pengunjung hadir di SMEXPO Yogyakarta. Dalam dua tahun tersebut, lebih dari 6.000 produk terjual dengan total transaksi mencapai lebih dari Rp4 miliar.
Capaian tersebut menjadi bagian dari rekam jejak penyelenggaraan SMEXPO di Yogyakarta. Tahun ini, kegiatan kembali diarahkan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen sekaligus calon mitra bisnis.
Pertamina Foundation juga membawa produk UMKM binaan dari Aceh melalui skema titip jual. Langkah tersebut memberikan ruang pemasaran bagi pelaku usaha yang sedang memulihkan bisnis setelah terdampak bencana.
Produk yang ditawarkan antara lain kopi, madu hutan, keripik, bordir, dan anyaman pandan. Kehadiran produk Aceh memperluas ragam produk lokal yang dapat dijumpai pengunjung SMEXPO di Pasar Ngasem.
Bagi pelaku UMKM peserta, akses pasar menjadi salah satu manfaat penting dari kegiatan tersebut. Pemilik Kripik Tempe HG Ita Listiana menilai SMEXPO memberikan peluang untuk memperluas pasar sekaligus membangun jejaring bisnis.
“Pertamina SMEXPO menjadi contoh konkret dalam mendukung UMKM untuk naik kelas, terutama melalui peningkatan akses pasar, jejaring bisnis dan publikasi,” ujar Ita.
Konsep tersebut membuat Pertamina SMEXPO tidak hanya berfungsi sebagai pameran produk. Pertemuan bisnis menjadi bagian dari kegiatan untuk mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan peluang pasar yang lebih luas.
Peserta dapat memperkenalkan produk secara langsung kepada calon pembeli. Pada saat yang sama, calon mitra usaha memiliki kesempatan melihat produk lokal dari berbagai daerah dalam satu lokasi.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan turut mengapresiasi konsistensi Pertamina menghadirkan SMEXPO di Pasar Ngasem. Tahun ini menjadi penyelenggaraan ketiga kegiatan tersebut di lokasi yang sama.
Pelaksanaan SMEXPO juga menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Peringatan tahun ini mengusung tema “Otentik Konkret” yang mengangkat potensi lokal dan penguatan ekonomi masyarakat.
Pemilihan Pasar Ngasem menjadi salah satu bagian dari upaya mempertemukan aktivitas ekonomi UMKM dengan ruang publik. Lokasi tersebut menjadi tempat berlangsungnya pameran sekaligus berbagai aktivitas pendukung selama tiga hari penyelenggaraan.
Selain pameran produk dan temu bisnis, Pertamina SMEXPO Yogyakarta 2026 menghadirkan sejumlah kegiatan lain. Agenda tersebut mencakup workshop, talkshow, lomba memasak, aktivitas interaktif UMKM, dan hiburan musik.
Rangkaian kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pengunjung untuk mengenal produk UMKM dari berbagai kategori. Pelaku usaha juga mendapatkan kesempatan memperkenalkan produk dan membangun interaksi langsung dengan konsumen.
Keterlibatan UMKM dari sejumlah wilayah membuat produk yang ditampilkan memiliki karakter yang beragam. Produk kuliner, fesyen, kerajinan, dan sektor kreatif menjadi bagian dari ragam usaha yang hadir dalam pameran.
Kehadiran UMKM dari Aceh melalui skema titip jual juga memperlihatkan upaya memperluas akses pemasaran bagi pelaku usaha dari luar wilayah Yogyakarta. Produk tersebut menjadi bagian dari etalase produk lokal dalam SMEXPO tahun ini.
Pembukaan Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 turut dihadiri Dewan Komisaris dan jajaran manajemen Pertamina Grup. Pemerintah daerah, mitra usaha, dan pelaku UMKM juga hadir dalam pembukaan kegiatan.
Melalui penyelenggaraan ini, Pertamina menempatkan akses pasar dan jejaring bisnis sebagai bagian penting dalam pembinaan UMKM. Pelaku usaha tidak hanya didorong untuk memperkenalkan produk, tetapi juga membangun hubungan bisnis yang dapat berlanjut.
Bagi UMKM, perluasan pasar menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan skala usaha. Pertemuan dengan calon pembeli dan mitra dapat membuka peluang baru di luar penjualan langsung kepada pengunjung.
Pertamina SMEXPO Regional Yogyakarta 2026 berlangsung selama tiga hari hingga 4 Oktober. Dengan mengangkat tema “Lokal Jadi Vokal”, kegiatan ini membawa produk UMKM dari berbagai daerah ke ruang yang mempertemukan pelaku usaha, konsumen, dan calon mitra.
Penyelenggaraan ketiga di Pasar Ngasem sekaligus memperkuat posisi SMEXPO sebagai salah satu ruang promosi dan temu bisnis bagi UMKM. Pertamina berharap manfaat kegiatan tidak berhenti ketika pameran selesai, tetapi berlanjut melalui terbentuknya pasar dan kemitraan baru.



























