Saham-saham pertumbuhan menjadi pihak yang paling terdampak oleh kenaikan imbal hasil obligasi, karena kondisi tersebut menggerus nilai tunai masa depan dari arus kas mereka serta meningkatkan biaya pinjaman. Pada Selasa, saham-saham yang terhubung dengan AI memimpin aksi jual. Indeks Semikonduktor Philadelphia, yang memetakan kinerja produsen cip, merosot 5%, sementara saham Nvidia Corp dan Intel Corp masing-masing anjlok 2,3% dan 6,6%.
Matt Maley, kepala analis pasar di Miller Tabak + Co LLC, menilai bahwa pelemahan berulang pada saham teknologi merupakan dampak langsung dari kenaikan suku bunga jangka panjang. "Jika sejarah bisa menjadi acuan, hanya masalah waktu sebelum kenaikan ini menciptakan tekanan yang cukup signifikan bagi pasar ekuitas," tulisnya dalam sebuah catatan.
Meski pasar secara keseluruhan melemah, Indeks Sektor Energi S&P 500 berhasil ditutup pada rekor tertinggi sepanjang masa pada hari Selasa—yang pertama sejak 27 Maret—seiring risiko geopolitik yang mendorong penguatan saham-saham energi. Indeks sektor ini menguat 1,8%.
Meskipun imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun berada di level tertinggi sejak 2007, yield bertenor 10 tahun tetap menjadi "jangkar utama bagi pasar saham. Walaupun sempat merangkak naik, posisinya belum mencapai level yang mengkhawatirkan," tulis analis Scotiabank dalam catatannya pada hari Selasa. Imbal hasil 10 tahun pada Selasa menyentuh 4,75%, yang merupakan level tertinggi sejak 2025.
Seiring S&P 500 dan Nasdaq 100 mencatatkan penurunan di hari ketiga, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sedikit meningkat dibandingkan pekan lalu, dengan lebih dari sepertiga pelaku pasar memproyeksikan kenaikan tersebut. Risalah rapat The Fed dijadwalkan rilis pada hari Rabu dan diperkirakan memberi gambaran mengenai arah kebijakan para pembuat keputusan, di tengah intensitas komunikasi Gubernur The Fed Kevin Warsh yang cenderung berkurang.
"Pasar merasa cemas tentang bagaimana respons kebijakan The Fed selanjutnya," ujar Kay Herr, Kepala Investasi AS untuk tim Pendapatan Tetap, Valuta Asing, dan Komoditas Global di JPMorgan, saat berbicara di Bloomberg Television. "Pasar sangat tidak menyukai ketiadaan panduan arah kebijakan," tambah Herr merujuk pada lonjakan imbal hasil obligasi.
Selain risalah rapat The Fed, perhatian pasar juga tertuju pada laporan kinerja keuangan sejumlah perusahaan ritel setelah data penjualan ritel pekan lalu menunjukkan pelemahan. Home Depot Inc mengawali rilis laporan keuangan pada Selasa pagi dengan melampaui ekspektasi pasar, memberi sinyal ketahanan sektor ritel di tengah pasar perumahan yang tertekan oleh tingginya harga rumah dan suku bunga. Meski demikian, sahamnya tetap terkoreksi tipis 0,1%.
Arah balik di bursa AS ini terjadi setelah kebangkitan pasar pada awal bulan yang dipicu oleh optimisme baru terhadap perdagangan berbasis AI serta meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga. Survei manajer investasi oleh Bank of America Corp menunjukkan alokasi ekuitas global berada di titik tertinggi sejak November 2021, dengan 56% investor yang disurvei berada pada posisi overweight di pasar saham. Indeks Nasdaq 100 secara umum telah pulih dari koreksi bulan lalu, sementara S&P 500 masih diperdagangkan mendekati rekor tertinggi.
"Batas ambang imbal hasil investasi kembali meningkat," ungkap Florian Ielpo, Kepala Riset Makro di Lombard Odier Investment Managers. "Kali ini didorong oleh kombinasi harga minyak, pasokan utang fiskal, dan premi jangka panjang, alih-alih percepatan baru dari ekspektasi suku bunga jangka pendek."
Pergerakan saham secara individual mencatatkan kemerosotan tajam pada Klarna Group sebesar 23% setelah perusahaan pembayaran tersebut memangkas target pendapatannya tahun ini. Sementara itu, UGI Corp melonjak 9,4% menyusul laporan dari Wall Street Journal bahwa KKR mengajukan penawaran untuk mengakuisisi distributor gas alam dan listrik tersebut senilai sekitar US$9 miliar.
(bbn)

























