Wall Street Anjlok Dipicu Sektor Teknologi dan Yield Obligasi
News
19 August 2026 05:20

Emily Forgash - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Selasa (18/8), dipimpin oleh penurunan saham-saham teknologi. Lonjakan imbal hasil (yield) obligasi dan kenaikan harga minyak memicu para investor untuk memangkas portofolio berisiko, termasuk spekulasi pada sektor kecerdasan buatan (AI).
Indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi anjlok 1,7% di New York, sementara S&P 500 tergerus 0,7%. Hasil ini memperpanjang tren penurunan kedua indeks utama tersebut menjadi tiga hari berturut-turut. Di sisi lain, harga minyak mentah Brent sempat mengikis kenaikannya dan diperdagangkan di kisaran US$91 per barel.
Para investor menarik diri dari saham-saham pertumbuhan (growth stocks) seiring imbal hasil obligasi bertenor panjang yang bertahan mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade. Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran atas pengeluaran fiskal, inflasi yang persisten, serta lonjakan penerbitan utang baru. Yield obligasi AS bertenor 30 tahun sempat menyentuh angka 5,34% pada Selasa sebelum akhirnya melandai tipis. Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda setelah Donald Trump mengindikasikan tidak tertarik untuk memperpanjang nota kesepahaman (MoU) dengan Iran yang akan segera berakhir.
Pasar sedang bereaksi terhadap "lonjakan imbal hasil obligasi" yang disebabkan oleh "kombinasi harga energi, memburuknya situasi fiskal AS," serta tingginya penerbitan kredit, tulis para analis dari JPMorgan Chase & Co dalam catatannya pada hari Selasa.































