Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, posko logistik BRI Peduli Bajawa berlokasi di Jalan TW Mengeruda, Ngedukelu, Bajawa, Kabupaten Ngada. Adapun posko BRI Peduli Mbay berada di Jalan TW 17, Pulau, Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Penempatan posko di sejumlah titik tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mendekatkan pusat distribusi bantuan dengan masyarakat yang terdampak. Dengan demikian, kebutuhan warga di sekitar lokasi bencana dapat ditangani secara lebih terkoordinasi.

Untuk memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan lapangan, Direktur Operations BRI Hakim Putratama dan Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya turut meninjau langsung wilayah terdampak gempa di NTT.

Jajaran Direksi BRI meninjau penanganan gempa dan distribusi bantuan di Flores.
(Dok. BRI)

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan posko logistik dan dapur umum, sekaligus memastikan proses distribusi bantuan berjalan dengan cepat dan tepat sasaran. Pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak juga menjadi salah satu perhatian dalam peninjauan tersebut.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan pembangunan posko logistik dan dapur umum merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendekatkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, posko tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan bantuan, tetapi juga menjadi titik pengumpulan, pengelolaan, dan distribusi berbagai bantuan sebelum disalurkan kepada masyarakat terdampak di wilayah sekitar.

“Posko logistik dan dapur umum BRI Peduli merupakan bentuk komitmen BRI untuk terus hadir bersama masyarakat, khususnya dalam situasi yang membutuhkan kepedulian dan dukungan seperti halnya di NTT. Ke depan, posko logistik dan dapur umum tidak menutup kemungkinan untuk kami tambah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan” ujar Dhanny.

Perkuat Distribusi Bantuan di Wilayah Terdampak

Keberadaan posko logistik menjadi penting dalam situasi pascabencana karena kebutuhan masyarakat dapat berubah secara cepat. Pengelolaan bantuan yang terpusat di sejumlah titik dapat membantu proses distribusi agar lebih terarah.

BRI berharap fasilitas tersebut dapat memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang menghadapi keterbatasan akibat dampak gempa. Selain memenuhi kebutuhan dasar, posko juga menjadi bagian dari koordinasi bantuan selama masa tanggap darurat.

Dapur umum yang dibangun di Nagekeo turut mendukung kebutuhan masyarakat, terutama dalam pemenuhan makanan selama kondisi darurat. Fasilitas tersebut melengkapi fungsi posko logistik dalam memberikan dukungan langsung kepada warga terdampak.

Langkah BRI ini menjadi bagian dari rangkaian respons terhadap bencana gempa bumi di NTT. Sebelumnya, melalui program BRI Peduli, perusahaan telah menyalurkan berbagai bantuan untuk masyarakat yang terdampak.

Direksi BRI meninjau penanganan gempa dan distribusi bantuan di Flores.
(Dok. BRI)

Bantuan yang diberikan mencakup ratusan makanan cepat saji, peralatan medis dan obat-obatan, sembako, beras, tangki air minum, selimut, terpal, tenda pengungsi, hingga lampu darurat.

Selain itu, BRI juga menyediakan peralatan mandi, perlengkapan bayi, serta sejumlah kebutuhan lainnya. Beragam bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam menghadapi kondisi pascabencana.

Respons tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya membutuhkan bantuan pada fase awal kejadian. Dukungan logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar juga diperlukan untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.

BRI juga menempatkan aspek keselamatan nasabah dan pekerja sebagai prioritas dalam menghadapi dampak gempa. Perusahaan telah mengambil sejumlah langkah pengamanan aset di lokasi yang terdampak.

Di sisi lain, koordinasi dengan pihak terkait dilakukan untuk menjalankan asesmen menyeluruh terhadap kondisi bangunan dan fasilitas operasional BRI. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan aktivitas operasional dapat berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Di tengah kondisi tersebut, BRI juga menyiapkan langkah mitigasi agar akses masyarakat terhadap layanan perbankan tetap tersedia. Upaya tersebut menjadi penting karena kebutuhan transaksi keuangan tetap berjalan meskipun masyarakat sedang berada dalam situasi pascabencana.

Nasabah BRI masih dapat menggunakan layanan perbankan digital melalui BRImo. Kehadiran layanan digital tersebut memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi tanpa harus selalu mendatangi kantor cabang.

Selain BRImo, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan melalui BRILink Agen yang tersedia di berbagai wilayah. Kanal tersebut menjadi alternatif bagi nasabah untuk memperoleh akses layanan perbankan di tengah kondisi operasional yang terdampak bencana.

Kombinasi antara bantuan sosial, dukungan logistik, serta keberlanjutan akses layanan perbankan menjadi bagian dari pendekatan BRI dalam merespons kondisi darurat. Langkah tersebut diarahkan agar kebutuhan masyarakat dapat tetap terlayani secara bertahap.

Kehadiran tiga posko logistik dan satu dapur umum juga memberikan ruang bagi koordinasi bantuan yang lebih terstruktur. Posko dapat menjadi titik konsolidasi sehingga proses penerimaan dan distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

BRI menyatakan fasilitas tersebut masih dapat dikembangkan apabila kondisi dan kebutuhan masyarakat mengalami perubahan. Penambahan posko logistik maupun dapur umum akan mempertimbangkan situasi di wilayah terdampak.

Direksi BRI meninjau penanganan gempa dan distribusi bantuan di Flores.
(Dok. BRI)

Melalui BRI Peduli, perusahaan berupaya memastikan dukungan tidak berhenti pada penyaluran bantuan awal. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendukung masyarakat selama menghadapi dampak bencana dan memasuki tahapan pemulihan.

Bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa, akses terhadap kebutuhan dasar dan layanan keuangan menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi pascabencana. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak perlu berjalan secara terkoordinasi.

BRI melalui jaringan layanan dan program TJSL berupaya mengambil bagian dalam proses tersebut. Pembangunan posko logistik di Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo menjadi salah satu bentuk kehadiran perusahaan di tengah masyarakat terdampak.

Pada saat yang sama, dapur umum di Nagekeo melengkapi dukungan untuk kebutuhan pangan warga. Dengan fasilitas tersebut, bantuan diharapkan dapat disalurkan secara lebih cepat, terarah, dan sesuai dengan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.

Respons BRI terhadap gempa Flores memperlihatkan pentingnya penguatan distribusi bantuan sekaligus menjaga keberlanjutan layanan perbankan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat dan memulai proses pemulihan.

(tim)

No more pages