Apple menyebut serangan mercenary spyware dapat menghabiskan biaya hingga jutaan dolar AS dan memiliki masa penggunaan yang relatif singkat. Kondisi tersebut membuat serangan lebih sulit dideteksi dan dicegah.
Istilah mercenary merujuk pada karakter industri di balik teknologi tersebut. Apple mengatakan serangan semacam ini secara historis berkaitan dengan aktor negara, termasuk perusahaan swasta yang mengembangkan mercenary spyware untuk digunakan atas nama pemerintah.
Salah satu contoh yang disebut Apple adalah Pegasus yang dikembangkan NSO Group. Serangan jenis ini juga telah dikaitkan dengan penargetan jurnalis, aktivis, politisi, dan diplomat.
Cara Kerja Mercenary
Salah satu karakteristik serangan mercenary spyware adalah kemampuannya mengeksploitasi celah keamanan perangkat untuk memperoleh akses tanpa selalu membutuhkan interaksi yang jelas dari korban.
Salah satu teknik yang dikenal adalah zero-click attack, yaitu serangan yang tidak mengharuskan korban mengklik tautan atau membuka file terlebih dahulu. Kemampuan semacam ini membuat serangan sulit dikenali karena korban dapat tidak menyadari adanya aktivitas mencurigakan pada perangkat.
Setelah berhasil masuk, kemampuan pengawasan yang dimiliki spyware bergantung pada jenis perangkat software dan celah yang dieksploitasi. Karena serangannya sangat terarah, operator tidak perlu menyebarkan spyware ke jutaan perangkat seperti pada kampanye malware massal.
Target Serangan
Target mercenary spyware umumnya bukan pengguna secara acak. Apple menyebut serangan tersebut secara historis menargetkan individu seperti jurnalis, aktivis, politisi, dan diplomat. Nilai target lebih ditentukan oleh identitas, pekerjaan, informasi, atau aktivitas yang dimilikinya.
Karena itu, jumlah korban mercenary spyware tidak selalu besar. Model serangannya justru berfokus pada individu tertentu yang dinilai memiliki nilai strategis bagi pihak yang melakukan pengawasan.
Sulit Dideteksi
Apple mengatakan serangan mercenary spyware terus berkembang dan memiliki pendanaan besar. Perusahaan juga tidak mengungkapkan secara spesifik indikator atau metode yang digunakan untuk mendeteksi serangan tersebut.
Menurut Apple, membuka informasi mengenai pemicu threat notification dapat membantu sosok pembuat spyware mengubah perilakunya untuk menghindari deteksi di masa mendatang.
Karakter serangan yang sangat terarah juga membuatnya berbeda dari malware biasa. Pelaku dapat mengembangkan metode khusus untuk target tertentu, sementara teknik yang digunakan dapat berubah ketika celah keamanan yang dimanfaatkan telah diketahui atau ditutup.
Apple Mengirim Peringatan
Apple mulai mengirimkan threat notification sejak 2021 kepada pengguna yang diyakini menjadi target serangan mercenary spyware. Hingga kini, perusahaan menyatakan telah memberikan notifikasi kepada pengguna di lebih dari 150 negara.
Dalam gelombang terbaru, Apple mengirimkan peringatan kepada pengguna di 110 negara, berdasarkan laporan TechCrunch pada 13 Agustus 2026, untuk kemudian Apple memperbarui cara penyampaian peringatan dengan menampilkan notifikasi langsung di layar kunci iPhone, selain melalui email dan akun Apple.
Apple menyebut threat notification sebagai peringatan dengan tingkat keyakinan tinggi bahwa seorang pengguna telah menjadi target serangan. Namun, notifikasi tersebut tidak selalu berarti perangkat telah berhasil diretas.
Apple juga tidak mengungkapkan siapa pelaku atau negara yang berada di balik serangan tertentu. Perusahaan mengatakan informasi tersebut tidak dapat diberikan karena dapat membantu pembuat spyware menghindari metode deteksi Apple.
Jumlah Penerima Peringatan Meningkat
Gelombang terbaru juga mencatat jumlah laporan yang tidak biasa. Access Now mengatakan jumlah orang yang meminta bantuan setelah menerima notifikasi Apple sekitar 30%-40% lebih tinggi dibandingkan biasanya setelah Apple mengirimkan peringatan serupa.
Perusahaan keamanan siber iVerify juga mengkonfirmasi adanya lonjakan notifikasi ancaman dari Apple. Peneliti Citizen Lab John Scott-Railton menyebut skala dan keragaman geografis laporan publik kali ini tergolong tidak biasa.
Namun, meningkatnya laporan tidak serta-merta berarti jumlah serangan berhasil meningkat dalam proporsi yang sama. Apple juga mengubah metode penyampaian peringatan sehingga lebih banyak pengguna kemungkinan menyadari bahwa mereka menjadi target.
Yang Harus Dilakukan Setelah Diperingatkan
Apple meminta pengguna yang menerima threat notification untuk menganggapnya serius. Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah memperbarui perangkat ke software terbaru dan mengaktifkan Lockdown Mode. Fitur tersebut dirancang untuk membatasi sejumlah fungsi perangkat yang dapat menjadi jalur serangan, sehingga membuat perangkat lebih sulit ditembus oleh spyware canggih.
Apple mengatakan hingga saat ini belum mengetahui adanya serangan mercenary spyware yang berhasil terhadap perangkat Apple ketika Lockdown Mode telah aktif. Hal serupa juga didukung temuan peneliti keamanan yang menangani kasus spyware.
Pengguna yang menerima peringatan juga dapat mencari bantuan dari organisasi keamanan digital atau pakar keamanan untuk memeriksa perangkat dan menentukan langkah perlindungan lebih lanjut.
(fik/wep)





























