Beban Fiskal Panas Bumi Capai 40%, Geo Dipa Dorong Netralisasi
Pramesti Regita Cindy
02 October 2026 20:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Geo Dipa Energi (Persero) mengungkapkan struktur fiskal masih menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) terutama panas bumi.
Direktur Geo Dipa Yudistian Yunis mengatakan beban fiskal pada proyek panas bumi disebut mencapai hampir 40% dari transaksi penjualan listrik.
Bahkan beban ini juga disebutnya lebih tinggi dibandingkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang sekitar 25%, serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang sekitar 15%.
"Hari ini fiskal di panas bumi itu bebannya hampir 40%. Di hidro, beban fiskal itu hampir 25%. PLTS dan PLT bayu itu sampai 15%," kata Yudistian dalam agenda Media Gathering Kemenkeu di Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).
Adapun kata dia beban tersebut berasal sejumlah komponen, antara lain penerimaan negara bukan pajak (PNBP), pajak bumi dan bangunan (PBB) tubuh bumi, pajak air permukaan, bonus produksi, hingga retribusi daerah.






























