Kenaikan harga produk Apple di China saat itu berkisar 15%-20%. MacBook Neo sebagai model termurah naik dari 4.599 yuan menjadi 5.499 yuan. Harga MacBook Air naik 1.500 yuan menjadi 9.999 yuan, sedangkan MacBook Pro 14 inci naik 2.500 yuan menjadi lebih dari 15.999 yuan.
Pada lini iPad, harga model dasar naik 800 yuan menjadi 3.799 yuan. Sementara iPad Air naik 1.200 yuan dan iPad Pro meningkat dari 8.999 yuan menjadi 10.799 yuan.
Kenaikan harga tersebut tidak lepas dari tekanan biaya akibat kelangkaan chip memori. CEO Apple Tim Cook mengatakan dalam paparan kinerja fiskal kuartal III 2026 bahwa harga chip memori terus meningkat dan perusahaan tengah mengevaluasi berbagai langkah untuk menghadapi kondisi tersebut.
Tim Cook menyebut kenaikan harga memori sebagai kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut dia, biaya pengadaan memori Apple terus meningkat pada kuartal fiskal Maret dan Juni dan diperkirakan masih naik pada kuartal September.
Meski demikian, sebagian tekanan biaya diperkirakan dapat diredam melalui keuntungan dari persediaan awal dan penurunan biaya komponen non-memori. Cook juga menyoroti pasar DRAM yang saat ini didominasi tiga pemasok utama.
Di sisi lain, Apple masih mencatatkan pertumbuhan kinerja di tengah tekanan biaya tersebut. Berdasarkan laporan terbaru Counterpoint Research, pendapatan industri smartphone global pada kuartal II 2026 tumbuh 7% secara tahunan.
Apple menyumbang 49% dari total pendapatan industri smartphone global pada periode tersebut, menjadi yang tertinggi untuk kuartal II. Pendapatan Apple juga meningkat 22% secara tahunan, ditopang pertumbuhan pengiriman 13% dan kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) sebesar 8%.
Direktur Riset Counterpoint Research Tarun Pathak mengatakan pertumbuhan Apple terutama ditopang permintaan yang kuat terhadap iPhone 17 series, khususnya iPhone 17 dan iPhone 17 Pro Max.
Menurut dia, Apple sejauh ini masih mampu mempertahankan harga jual relatif stabil dan menyerap kenaikan biaya produksi atau bill of materials (BOM). Namun, Apple dinilai berpeluang menaikkan harga produknya dalam beberapa kuartal mendatang.
Prediksi serupa disampaikan jurnalis teknologi Bloomberg Mark Gurman. Dalam laporan awal Agustus, Mark Gurman memperkirakan harga iPhone dapat naik US$100-US$200 atau sekitar Rp1,6 juta-Rp3,2 juta, dengan asumsi kurs Rp16.000/US$.
Mark Gurman menyebut kenaikan harga dapat dipicu oleh kelangkaan chip memori dan prosesor utama, kenaikan biaya sistem kamera baru pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, serta biaya pengembangan iPhone lipat pertama Apple.
Apple juga diperkirakan memperkenalkan iPhone 18 series dan iPhone lipat pertamanya dalam acara peluncuran pada September 2026. Namun, produksi awal perangkat lipat tersebut disebut terbatas akibat kendala yield produksi massal dan pasokan komponen.
Sementara itu, Counterpoint memperkirakan tekanan pasokan memori dan kenaikan biaya masih sulit mereda dalam jangka pendek. Kondisi tersebut diperkirakan mendorong produsen smartphone menaikkan harga, mengoptimalkan portofolio produk, serta meningkatkan porsi perangkat bernilai tinggi.
Situasi ini berpotensi menekan pengiriman smartphone global pada paruh kedua 2026. Di sisi lain, harga jual rata-rata smartphone atau ASP diperkirakan terus meningkat dalam beberapa kuartal mendatang.
(fik/wep)






























