Logo Bloomberg Technoz

Inflasi 3,28% YoY, Airlangga Sebut Perkonomian RI Masih Tangguh

Redaksi
02 October 2026 17:10

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) menilai bahwa ekonomi Indonesia masih tangguh dengan inflasi yang terkendali di level 3,28%, lantaran masih berada pada rentang sasaran nasional sebesar 2,5±1%.

Inflasi inti yang tercatat melandai menjadi sebesar 2,84% (yoy) dinilai  mencerminkan ekspektasi inflasi yang tetap terjangkar dan stabilitas harga terjaga di tengah fluktuasi kondisi global maupun domestik.

Sementara itu, inflasi Administered Prices (AP) juga mereda menjadi sebesar 3,25% (yoy) didukung oleh normalisasi mobilitas pascalibur sekolah yang menahan tekanan tarif angkutan udara, serta dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang relatif terbatas.


Di sisi lain, inflasi Volatile Food  sebesar 5,03% (yoy), dipengaruhi dinamika permintaan serta penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem, El Nino, dan bencana alam.

"Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Terjaganya inflasi, kembali ekspansifnya sektor manufaktur, dan tetap tumbuhnya ekspor menunjukkan bahwa fondasi perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (2/10/2026).