Parashar menambahkan bahwa segmen premium Qualcomm tumbuh terbatas setelah Samsung Galaxy S26 menggunakan kombinasi Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Exynos 2600 buatan Samsung sendiri. Pada generasi sebelumnya, seluruh lini Galaxy S25 masih mengandalkan chipset Snapdragon.
Tekanan terhadap Qualcomm juga datang dari penjualan seri Xiaomi 17 yang lebih lemah dari ekspektasi. Sementara itu, MediaTek terpukul pada segmen chipset 5G kelas bawah dan entry-level akibat krisis pasokan memori yang masih berlangsung.
Di sisi lain, lini premium Dimensity 9500 tetap mencatatkan kinerja positif berkat adopsi dari sejumlah vendor seperti vivo, OPPO, Pocophone, dan Redmi.
Untuk segmen entry-level, banyak produsen smartphone mulai beralih menggunakan platform 4G UNISOC untuk menekan biaya produksi atau bill of materials (BoM). Langkah tersebut turut mendorong pertumbuhan pangsa pasar UNISOC pada semester I-2026.
Counterpoint juga mencatat UNISOC mulai memperluas penetrasi chipset 5G melalui kerja sama dengan Pocophone dan Redmi.
Berdasarkan data Counterpoint, pangsa pasar MediaTek turun dari 37% pada semester I-2025 menjadi 32% pada semester I-2026. Qualcomm juga menyusut dari 26% menjadi 22%.
Sebaliknya, Apple meningkat dari 15% menjadi 19%, UNISOC dari 11% menjadi 13%, sedangkan Samsung naik dari 5% menjadi 8%.
Kenaikan Harga Memori Lebih dari 300%
Harga memori smartphone melonjak lebih dari 300% yoy pada kuartal II-2026, jadi penyebab yang saling berkait atas persoalan pelemahan pasar SoC.
Kondisi tersebut mendorong produsen smartphone mengamankan kontrak pasokan jangka panjang guna mengantisipasi kelangkaan sekaligus menjaga daya saing.
Akibatnya, kenaikan biaya produksi smartphone kini lebih banyak dipengaruhi oleh harga memori dibandingkan peningkatan spesifikasi perangkat.
Meski demikian, pengiriman chipset smartphone yang telah mendukung kecerdasan buatan generatif (GenAI) justru tumbuh 24% yoy pada semester I-2026. Counterpoint menilai tren premiumisasi smartphone dan meningkatnya permintaan terhadap fitur AI masih menopang pertumbuhan di segmen menengah atas hingga flagship.
Prospek Masih Berat
Principal Analyst Counterpoint Research Soumen Mandal memperkirakan pengiriman SoC smartphone global sepanjang 2026 akan turun sekitar 14% yoy. Menurut dia, segmen smartphone entry-level akan menjadi yang paling terdampak dengan potensi penurunan pengiriman lebih dari 30% sepanjang tahun.
"Harga memori smartphone pada semester I-2026 telah melampaui biaya SoC di seluruh segmen harga. Kami juga tidak memperkirakan pasokan memori akan kembali normal sebelum paruh kedua 2027, sehingga industri smartphone kemungkinan masih akan menghadapi tekanan pada 2027," ujar Mandal.






























