Logo Bloomberg Technoz

Selain amanah untuk membangun BMKS, OJK juga memiliki mandat untuk mereformasi pasar modal dan memperkuat ekosistem pasar karbon melalui Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).

Reformasi Pasar Modal yang telah dijalankan OJK sejak awal tahun ini merupakan salah satu fondasi pembiayaan pembangunan nasional.

Sehingga agenda reformasi pasar modal, termasuk penguatan kelembagaan dan demutualisasi Bursa Efek, harus menjadi momentum untuk membangun pasar modal Indonesia yang semakin dalam, likuid, transparan, berintegritas, kompetitif, dan dipercaya.

Sementara penguatan ekosistem Pasar Karbon melalui SRUK merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk membangun ekosistem pasar karbon nasional yang kredibel, transparan, dan terhubung dengan pasar global.

OJK harus memastikan sektor jasa keuangan menjadi enabler yang mempercepat pembiayaan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membeberkan bocoran mengenai bursa mineral dan komoditas strategis yang akan resmi beroperasi pada 1 Januari 2027. Politikus Partai Gerindra itu menyebutkan bursa mineral dan komoditas strategis bakal diberi nama Indonesia Commodity Exchange (Icomex). 

Bursa nantinya bakal difokuskan untuk sebagai pembentukan harga acuan nasional atau Indonesia Reference Price untuk berbagai produk komoditas utama yang diproduksi di dalam negeri, seperti nikel, batu bara hingga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO). Namun, Prasetyo mengatakan pemerintah belum secara resmi menentukan jenis komoditas apa saja.

“Belum diputuskan. Hal yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama, misalnya CPO, nikel, batu bara. Semua sedang disiapkan,” ujar Prasetyo kepada awak media, Senin (17/8/2026).

Prasetyo tak menutup kemungkinan bahwa  bursa komoditas yang sudah ada, yakni Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) akan digabung ke Indonesia Commodity Exchange (Icomex). Meski demikian, Prasetyo belum menjelaskan mengenai mekanisme yang digunakan oleh Indonesia untuk menentukan harga tersebut. 

“Nanti ada mekanismenya. Sama ada cost-nya, ada ininya, harga dunianya bagaimana,” ujarnya. 

(red)

No more pages