Logo Bloomberg Technoz

Atas insiden tersebut, Sudaryono menegaskan BGN akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti lalai. Sanksi tidak hanya berupa pencopotan dari jabatan, tetapi juga dapat berupa pemecatan dengan tidak hormat bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berstatus aparatur sipil negara (ASN).

"Sanksinya yang pertama, dapurnya disuspend berat. Kemudian, Kepala SPPG-nya, sanksi yang bisa saya berikan bukan hanya pencopotan, tetapi saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat melalui Badan Kepegawaian Negara atas status ASN-nya. Karena ini sudah menyangkut (nyawa)," katanya.

Dia juga membuka kemungkinan menyerahkan proses investigasi kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan dugaan kelalaian yang perlu diproses secara hukum.

Menurut Sudaryono, keamanan pangan MBG bukan sekadar persoalan operasional dapur, melainkan menyangkut keselamatan dan nyawa penerima manfaat. Karena itu, seluruh kepala dapur, petugas, dan penanggung jawab diminta memastikan seluruh prosedur operasional standar (SOP) dijalankan.

"Ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur. Ya. Kalau merasa enggak mampu, mundur. Jangan nyawa orang jadi permainan," ujarnya.

Sudaryono meminta petugas yang merasa tidak mampu menjalankan tugasnya untuk mengundurkan diri daripada membahayakan penerima manfaat MBG.

"Kalau enggak mampu jadi kepala dapur, kalau enggak mampu jadi chef, kalau enggak mampu jadi jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan," tegasnya.

Kondisi Korban

Sudaryono mengatakan kondisi salah satu korban yang dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Rumah Sakit Haji Medan mulai berangsur membaik setelah menjalani perawatan selama tiga hari.

Meski demikian, pasien masih membutuhkan penanganan intensif. Sudaryono berharap kondisi korban segera pulih sehingga dapat dipindahkan dari ruang PICU ke ruang perawatan biasa.

"Kondisi (korban) di sini sudah dua hari, ini hari yang ketiga. Menurut laporan, sudah membaik. Jadi, dibandingkan dengan pertama kali masuk, kemarin, dan hari ini, sudah lebih baik. Tapi memang masih di ICU," katanya.

"Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik dalam satu sampai dua hari ini. Enggak usah dua hari lah, kalau bisa satu hari," lanjutnya.

Awal Mula Terjadi Keracunan

Insiden keamanan pangan tersebut terjadi di Kabupaten Karo, khususnya di wilayah Berastagi. Sejumlah siswa di SMA Negeri 1 Berastagi dilaporkan mendapat perawatan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan MBG.

Pemkab Karo menyatakan siap bertanggung jawab atas penanganan para korban.

Kasus tersebut menjadi perhatian BGN karena melibatkan jumlah penerima manfaat yang cukup besar. Investigasi kemudian dilakukan untuk mengetahui penyebab insiden, termasuk proses penyimpanan dan pengolahan bahan makanan.

BGN selanjutnya akan memperketat penerapan prosedur keamanan pangan di seluruh dapur MBG. Sekitar 27.000 kepala dapur SPPG di seluruh Indonesia diminta memberikan perhatian khusus terhadap setiap tahapan pengolahan makanan.

Insiden di Karo juga menambah daftar kejadian dugaan keracunan dalam pelaksanaan MBG di sejumlah daerah. Sebelumnya, ratusan siswa di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, juga dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, dan pusing setelah mengonsumsi MBG.

BGN menegaskan evaluasi terhadap standar keamanan pangan akan terus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

(dec/spt)

No more pages