Logo Bloomberg Technoz

Pengaruh El Nino

BMKG mengatakan kondisi atmosfer dalam sepekan ke depan masih dipengaruhi El Niño dengan intensitas sangat kuat serta kecenderungan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua kondisi tersebut berkontribusi mengurangi suplai uap air sehingga atmosfer Indonesia cenderung lebih kering.

Untuk periode Agustus II hingga September I 2026, curah hujan secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni 0-150 milimeter per dasarian. Potensi curah hujan rendah, di bawah 50 milimeter per dasarian, masih mencakup sebagian besar wilayah Indonesia.

Meski demikian, BMKG menyebut dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi berada di sebagian besar wilayah Sumatera serta sebagian Kalimantan bagian utara dan timur. Gelombang Kelvin juga diprakirakan aktif di sebagian besar Sumatera dan Kalimantan.

BMKG mengimbau masyarakat mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering, termasuk dengan menjaga kecukupan cairan tubuh. Masyarakat dan pemerintah daerah juga diminta menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga diminta tetap memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi BMKG karena hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal.

(fik/ell)

No more pages