Logo Bloomberg Technoz

Inflasi RI Meninggi, Pangan dan El Nino Jadi Biang Keladi

Redaksi
01 October 2026 16:21

Inflasi Oktober 3,28% lebih rendah dari konsensus pasar 3,30% (Diolah)
Inflasi Oktober 3,28% lebih rendah dari konsensus pasar 3,30% (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Inflasi Indonesia kembali di level pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi umum (headline) naik jadi 3,28% secara tahunan (year-on-year/yoy), sedangkan secara bulanan, inflasi naik 0,3% secara bulanan (month-to-month/mtm). 

BPS menyebut kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 0,88% mtm, dan memberikan andil 0,26 poin persentase terhadap inflasi nasional. Secara tahunan, kelompok ini mencatat inflasi 4,37% dengan kontribusi 1,28 poin persentase terhadap inflasi nasional.

Pangan kembali menjadi sumber tekanan inflasi kali ini didorong oleh kenaikan harga pada kelompok volatile food yang mencapai 5,03% yoy, sementara secara bulanan tekanan kelompok ini mencapai 1,46%. 


Sementara, subkelompok makanan mencatat inflasi 4,71%. Dengan rincian ikan segar menjadi kontributor terbesar dengan andil 0,23 poin, disusul daging ayam ras dan cabai rawit masing-masing 0,17 poin, beras 0,15 poin serta minyak goreng 0,12 poin. 

Agaknya fenomena El Nino semakin mendorong laju inflasi ke atas. Risiko El Nino menjadi salah satu penyebab tingginya kenaikan harga pangan, lantaran produksi pertanian terganggu.