Sementara itu, pendapatan bauksit juga diperkirakan meningkat menjadi Rp442,1 miliar, didukung oleh volume yang lebih tinggi dan asumsi harga kami sebesar US$38/WMT, di tengah kondisi pasokan global yang semakin ketat.
Secara operasional, ANTM berhasil mencatat momentum penjualan yang lebih kuat di sejumlah komoditas. Oleh sebab itu, OCBC Sekuritas melihat prospek ANTM amat cerah sepanjang 2026.
“Kami memperkirakan EBITDA ANTM pada 2026 mencapai Rp14,9 triliun, dengan margin EBITDA meningkat menjadi 12,6%, terutama didukung oleh meningkatnya kontribusi penjualan bijih nikel, yang menawarkan margin lebih tinggi,” analisis Devi.
Sementara itu, pendapatan diproyeksikan menembus Rp118,2 triliun, didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata emas serta volume penjualan secara year–on–year/yoy yang diperkirakan mulai meningkat pada semester II–2026.
Devi pun tegas mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga berpotensi mencapai Rp4.650/saham.
“Katalis utama meliputi: kenaikan harga komoditas, perbaikan margin yang didukung oleh perjanjian pengadaan emas dengan Freeport, ekspansi di sepanjang rantai nilai baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV), proyek hilirisasi nikel, dan peningkatan kapasitas SGAR Mempawah Fase 2, serta neraca keuangan yang solid,” terangnya.
Berdasarksn konsensus Bloomberg, sebanyak 29 analis memberikan rekomendasi beli atas saham ANTM. Target harga dalam 12 bulan ke depan adalah Rp4.580/saham. Artinya, ada potensi keuntungan lebih dari 50% dari posisi harga saat ini.
Bahkan sejumlah analis memberikan target harga yang lebih tinggi. Analis UBS Igor Nyoman Putra menegaskan rekomendasi buy dengan target harga Rp4.995/saham.
Analis Citi Ryan Davis juga menyematkan rekomendasi buy. Target harga darinya mencapai Rp5.300/saham. Analis BNI Sekuritas Ilham Firdaus juga memberikan rekomendasi serupa, buy, dengan target harga Rp5.900/saham.
Adapun PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merupakan perusahaan pertambangan yang terdiversifikasi, terintegrasi secara vertikal, dan berorientasi ekspor, yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia yang kaya akan sumber daya mineral. Perusahaan bergerak dalam eksplorasi, pertambangan, pengolahan, dan pemasaran bijih nikel, feronikel, emas, perak, serta bauksit.
(fad/aji)






























