Logo Bloomberg Technoz

Pergeseran minat pada tenor yang lebih panjang menunjukkan investor mulai lebih nyaman mengambil durasi risiko yang lebih lama. 

Pada seri PBS038 (jatuh tempo tahun 2049), penawaran yang masuk melonjak 249% dari Rp880 miliar menjadi Rp3,07 triliun, meski yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan justru turun dari 7,32% menjadi 7,24%. 

Sebagai catatan, kala lelang berlangsung sejatinya rupiah masih bergerak volatil dengan bias pelemahan akibat tekanan eksternal yang datang dari kenaikan harga minyak hingga ke rentang US$87 - US$90/barel. 

Rupiah sepanjang Selasa (11/8/2026) membuka perdagangan dengan pelemahan 0,23% ke Rp17.803/US$ dan menutup perdagangan terpangkas 0,44% ke posisi Rp17.840/US$. 

Namun, kepastian mengenai pencalonan Destry Damayanti sebagai kandidat tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) turut memberikan sentimen positif karena pasar mendapat sinyal mengenai keberlanjutan kebijakan moneter. 

Sentimen ini penting bagi pasar obligasi. Sebab, kepastian kepemimpinan BI dapat mengurangi premi risiko yang sebelumnya muncul dari ketidakpastian arah kebijakan moneter. 

Pelaku pasar tampaknya masih melihat bahwa BI masih punya ruang untuk mempertahankan kebijakan yang ada tanpa harus melakukan pengetatan agresif. 

Berikut hasil lelang sukuk:

Hasil lelang SBSN (sukuk) pada Selasa (11/8/2026). (DJPPR)

(dsp)

No more pages