"Jadi hari ini adalah salah satu target kita itu adalah mencapai kesepakatan dan pembentukan yang kita sebut sebagai working group sebetulnya untuk bagaimana memonitor dari waktu ke waktu peningkatan kualitas pembiayaan dan kualitas UMKM itu sendiri sebetulnya, dan pengembangan ekosistem UMKM yang lebih lebih baik lagi," jelasnya.
Sebagai catatan saja, pada Juni 2026 OJK mencatat kredit UMKM sebesar Rp1.519,1 triliun atau hanya tumbuh tipis 1,05% (yoy), membaik dibanding pertumbuhan kredit UMKM Mei 2026 sebesar 0,6%.
Di sisi lain, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dirilis OJK, indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat dari 92,74% pada 2025 menjadi 93,61% pada 2026. Sementara itu, indeks literasi keuangan nasional tercatat stagnan 69,57%.
Pada kesempatan yang sama, Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan target penyaluran kredit UMKM meningkat menjadi Rp2.000 triliun, dari posisi saat ini yang sudah mencapai sekitar Rp1.500 triliun.
"Nah, inilah PR tambahan untuk Pak Maman [Menteri UMKM]. Karena kalau ini [kredit UMKM] bisa naik menjadi Rp2.000 triliun," ungkapnya.
(lav)






























