Penyebab IHSG Melemah
Sejumlah saham menjadi pemberat IHSG pada perdagangan siang hari ini. Saham-saham perindustrian, saham konsumen non primer, dan saham energi mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing-masing drop mencapai 3,43%, 2,87% dan 2,66%.
Amblesnya IHSG yang begitu dalam merupakan efek secara langsung dari turunnya sejumlah saham big caps. Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (11/8/2026).
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menekan 13,31 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menekan 5,93 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menekan 5,74 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) menekan 4,91 poin
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menekan 4,31 poin
- PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menekan 3,71 poin
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menekan 3,69 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menekan 3,51 poin
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menekan 3,32 poin
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menekan 3,11 poin
BRI Danareksa Sekuritas menyebut, IHSG gagal menembus resistance 6.450, mengindikasikan tekanan profit taking di area resistance. Indeks Komposit berpotensi pullback menuju 6.244, yang merupakan area MA20, dengan support berikutnya di 6.192.
“Momentum: Selama IHSG masih mampu bertahan di atas area 6.192–6.244, tren bullish jangka pendek masih relatif terjaga,” analisis BRI Danareksa Sekuritas siang hari ini menyoal tekanan bearish pasar saham, Selasa (11/8/2026).
Dari sisi fundamental, sentimen geopolitik turut amat menekan, ketegangan Amerika Serikat–Iran yang kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengajukan tuntutan kompensasi kepada Iran sebagai bagian dari upaya kesepakatan damai.
“Kondisi ini berpotensi memperumit pembukaan kembali Selat Hormuz dan menjaga risiko volatilitas harga minyak,” terang BRI Danareksa Sekuritas.
Terlebih lagi sentimen MSCI turut menghantui IHSG, investor wait and see menjelang review MSCI pada 12 Agustus waktu setempat, mengingat keputusan tersebut berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap pasar Indonesia dan aliran dana asing.
(fad)































