Logo Bloomberg Technoz

Empat subholding tersebut antara lain; PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI), PT PLN Indonesia Power (IP), PT PLN Nusantara Power (NP), dan PT PLN Icon Plus.

PT PLN EPI tercatat memiliki sekitar 6 anak perusahaan, PT PLN IP memiliki sekitar 6 anak perusahaan, PT PLN NP memiliki sekitar 10 anak perusahaan, dan PT PLN Icon Plus memiliki 1 anak perusahaan.

Sejumlah anak perusahaan subholding tersebut juga memiliki entitas usaha lain. Sebagai contoh PLN IP memiliki anak usaha PLN Indonesia Power Renewables, anak usaha tersebut memiliki sekitar 8 entitas usaha di bawahnya.

Sementara itu, anak usaha holding PLN, antara lain; PT PLN Nusada Daya, PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara, PT PLN Batam, PT PLN Electricity Services, PT PLN Enjiniring, PT PLN Energy Management Indonesia.

Lalu, entitas afiliasi PLN terdiri atas; PT Geo Dipa Energy, PT Unelec Indonesia (Unindo), dan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC).

Lantas, entitas usaha apa saja yang bakal digabungkan?

PLN Electricity Services dan PLN Nusa Daya

PT PLN Electricity Services (PLN ES) merupakan anak usaha PLN yang bergerak di bidang operasi dan pemeliharaan jaringan transmisi dan distribusi ketenagalistrikan wilayah Sumatra, Jawa dan Bali.

Sementara itu, PT PLN Nusa Daya (ND) merupakan anak usaha PLN yang menjalankan pengelolaan jasa operasi dan pemeliharaan terhadap pembangkit, transmisi, distribusi, dan pelayanan pelanggan di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

PLN Indonesia Power Services, PLN Nusantara Power Services, dan PLN Suku Cadang

PLN Indonesia Power Services merupakan anak usaha subholding PT PLN Indonesia Power (PLN IP) dengan bisnis inti jasa operasi dan pemeliharaan, suplai energi, jasa pemeliharaan, perbaikan dan overhaul, EPC, servis, rental power services, dan strategic part.

Adapun, PLN Nusantara Power Services merupakan anak usaha subholding PT PLN Nusantara Power (NP) yang berfokus untuk untuk memenuhi kebutuhan jasa operasi dan pemeliharaan unit pembangkit listrik.

Selanjutnya, PLN Suku Cadang juga menjadi salah satu anak usaha PT PLN NP dengan fokus bisnis penyediaan solusi manajemen dan rantai pasok pendukung sektor ketenagalistrikan dan utilitas.

Haleyora Powerindo, Paguntaka Cahaya Nusantara, dan Mitra Karya Prima

PLN juga bakal menggabungkan Haleyora Powerindo, Paguntaka Cahaya Nusantara, dan Mitra Karya Prima menjadi satu entitas usaha.

Haleyora Powerindo merupakan anak perusahaan PLN Electricity Service yang bergerak di bidang pengamanan, pembersihan industri, manajemen gedung, layanan operasi dan pemeliharaan jaringan tegangan menengah–rendah, dan jaringan distribusi tenaga listrik di Sumatra, Jawa, dan Bali.

Sementara itu, PT Paguntaka Cahaya Nusantara merupakan anak perusahaan PT PLN Nusa Daya dengan fokus pengelola tenaga kerja pada pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit, transmisi, dan distribusi tenaga listrik PLN Nusa Daya.

Adapun, Mitra Karya Prima merupakan anak perusahaan PLN Nusantara Power Services dengan fokus penyedia jasa tenaga kerja kegiatan penyediaan listrik PLN NP Services.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemangkasan lapisan (layer) birokrasi serta perampingan anak dan cucu perusahaan BUMN besar, seperti PT Pertamina (Persero) dan PLN.

“Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya,” tulis Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

Teddy juga menjelaskan penyederhanaan struktur organisasi ini bertujuan menciptakan BUMN yang lebih adaptif dan produktif.

(azr/wdh)

No more pages