Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
“Pelaku pasar akan berfokus kepada data inflasi dan indeks harga produsen di AS yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut menjadi krusial untuk menentukan ekspektasi arah kebijakan moneter dan harga emas,” kata Manav Modi, Analis Komoditas di Motilal Oswal Financial Services Ltd, juga dikutip dari Bloomberg News.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana proyeksi harga emas untuk hari ini, Selasa (10/8/2026)? Apakah bisa terjadi kenaikan tiga hari berturut-turut?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 68. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Akan tetapi, indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sudah sangat jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya berisiko turun. Kenaikan yang sudah lumayan tajam kemungkinan akan mendatangkan aksi ambil untung (profit taking).
Cermati pivot point di US$ 4,339/troy ons. Jika tertembus, maka bisa saja harga emas melorot hingga ke US$ 4.313/troy ons yang merupakan MA-5.
Target paling pesimistis adalah US$ 4.304/troy ons.
Namun andai harga emas bisa naik lagi, maka US$ 4.434/troy ons bisa menjadi target resisten terdekat. Target paling optimistis ada di US$ 4.555/troy ons.
(aji)





























