Berikut selengkapnya berdasarkan data Bloomberg, Senin (10/8/2026).
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengurangi 4,63 poin
- PT Astra International Tbk (ASII) mengurangi 4,5 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengurangi 4,1 poin
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 2,93 poin
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 2,91 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 2,54 poin
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengurangi 1,85 poin
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mengurangi 1,63 poin
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengurangi 1,47 poin
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengurangi 1,17 poin
Adapun saham–saham LQ45 juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) drop 2,84%, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) terpeleset 2,74%, dan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) juga melemah dengan kehilangan 2,47%.
Saham LQ45 potensial lainnya turut menjadi pemberat IHSG, saham PT Indosat Tbk (ISAT) drop 2,31%, saham PT Indofood CBP Tbk (ICBP) melemah 2,26%, dan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) juga terjebak di zona merah dengan drop 2,22%.
Terlebih lagi IHSG tersulut sentimen Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang terus mengalami penurunan dalam tiga bulan beruntun pada tahun 2026 ini. IKK sudah resmi turun selama Mei, Juni, dan Juli.
Pada Senin pagi, hasil Survei Konsumen periode Juli yang digelar Bank Indonesia (BI) menghasilkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) hanya mampu berada di posisi 116,8. Keyakinan konsumen melemah dari sebelumnya 117,8 pada Juni. Bahkan IKK pada Juli menjadi yang terendah sejak September tahun lalu atau dalam 10 bulan.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga melemah biarpun masih berada di level optimis dengan masing–masing sebesar 107,9 dan 125,7, lebih rendah dibanding dengan indeks bulan sebelumnya yang masing–masing sebesar 109,2 dan 126,4.
Ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha juga melemah, masing–masing turun menjadi masing–masing sebesar 123,1 dan 120,4.
Adapun IKK di atas 100 mengindikasikan konsumen masih percaya diri dalam memandang perekonomian saat ini hingga enam bulan mendatang.
Mengutip Panin Sekuritas, pelemahan IHSG pada siang hari ini dipengaruhi oleh sentimen domestic, di mana data sentimen Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada bulan Juli 2026 melambat di posisi 116,8 (dari yang sebelumnya: 117,8), merupakan level terendah sejak April 2025.
Penurunan terutama didorong melemahnya persepsi kondisi ekonomi saat ini, turun 1,3 poin menjadi 107,9. Indeks Ekspektasi turun relative lebih kecil, turun 0,7 poin jadi 125,7.
“Berdasarkan tingkat pendapatan, penurunan IKK didominasi oleh pendapatan menengah ke bawah, mengindikasikan bahwa tekanan terhadap daya beli, lebih masih dirasakan di kelompok menengah-bawah,” papar Panin Sekuritas Indonesia dalam riset terbarunya, Senin.
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran juga menambah sentimen kurang positif di pasar.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Iran dan Oman masih belum mencapai kesepakatan final untuk membuka kembali Selat Hormuz, kendatipun Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kesabaran dengan mengatakan pihaknya dapat menunggu hingga tekanan ekonomi terhadap Teheran melunakkan sikap negara tersebut.
Sementara itu, Iran untuk saat ini menutup kemungkinan melakukan perundingan langsung dengan AS. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyebut langkah itu disebabkan pelanggaran berulang terhadap kesepakatan damai sementara yang berumur pendek dan ditandatangani pada Juni.
“Selama pelanggaran Amerika terhadap Nota Kesepahaman (MoU) terus berlanjut dan AS tidak memperbaiki pelanggaran yang dilakukannya, tidak ada kemungkinan untuk melanjutkan perundingan,” kata Araghchi, seperti dikutip televisi pemerintah.
Araghchi juga mengatakan kesepakatan dengan Oman untuk membentuk jalur pelayaran melalui selat tersebut “sangat dekat” untuk tercapai.
“Kami hanya bernegosiasi secara setengah-setengah dengan mereka,” kata Trump pada Minggu disampaikan setelah selama berminggu-minggu dia mengancam akan melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran, tetapi kemudian mundur dengan alasan ingin memberikan kesempatan bagi perundingan.
Sebagai respon karena kesepakatan masih sulit tercapai, situasi di Timur Tengah tetap bergejolak. Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menyerang kilang minyak Saudi Aramco di Jizan, Arab Saudi. Otoritas Saudi sebelumnya melaporkan kebakaran di fasilitas tersebut, tetapi api dengan cepat berhasil dipadamkan dan tidak ada korban luka yang dilaporkan.
(fad)






























