Anthropic mengatakan, pengujian terhadap 1.053 pengguna berbayar menunjukkan auto mode mampu mendeteksi 89% tindakan berbahaya. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pemeriksaan manual oleh pengguna yang hanya mendeteksi 13,6% tindakan berbahaya.
Perusahaan menyebut rendahnya efektivitas pemeriksaan manual antara lain karena pengguna cenderung terbiasa menyetujui permintaan atas izin. Dalam pengujian tersebut, pengguna disebut menyetujui sekitar 97% permintaan izin yang muncul di Claude Code.
Kepala Claude Code Boris Cherny juga mengatakan timnya telah menggunakan auto mode secara eksklusif selama beberapa bulan, sebagaimana dipublikasikan juga oleh TechCruch.
Meski mengurangi kebutuhan intervensi pengguna, Anthropic tetap menambahkan sejumlah fitur keamanan. Perusahaan memperkenalkan penyaringan terhadap prompt injection serta aturan hard deny yang dapat dikustomisasi untuk mencegah tindakan tertentu, termasuk upaya mengambil atau mengirimkan data secara tidak sah.
Langkah tersebut memperlihatkan pergeseran Claude Code dari perangkat pemrograman yang membutuhkan persetujuan manusia secara berulang menuju sistem yang dapat menjalankan pekerjaan secara lebih otonom.
(fik/wep)































