“Sehingga ruang bagi capital inflow dan kelanjutan penguatan IHSG masih terbuka,” kata dia.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyematkan area support di kisaran 6.354 dan 6.292 dengan resistance 6.454 dan 6.554.
“Secara teknikal, pergerakan IHSG berpotensi membangun momentum breakout pada resistance terdekat karena faktor reli penguatan,” kata Nafan.
Dari sisi fundamental, Nafan menambahkan, valuasi saham Indonesia masih relatif menarik dengan P/E di level 9,76 kali dibanding beberapa bursa di kawasan setelah tekanan yang terjadi sepanjang paruh pertama 2026.
Adapun sentimen global relatif mendukung. Pada Jumat, S&P 500 naik 0,62% dan mencetak rekor baru, Nasdaq naik 1,30%, sementara Dow Jones naik 0,28%.
Penguatan terjadi setelah data tenaga kerja AS (US nonfarm payroll) lebih lemah dari perkiraan, sehingga meningkatkan harapan bahwa kebijakan The Fed akan lebih akomodatif. Hal ini positif bagi risk appetite pada bursa regional Asia, termasuk Indonesia.
Sementara dari domestik, para pelaku pasar akan menantikan terkait perilisan data indeks keyakinan konsumen periode Juli 2026 dari Bank Indonesia (BI).
Adapun forecast dari Trading Economics diperkirakan berada pada 116, lebih rendah dari previous pada 117,8 sehingga indikasinya masih berada di zona optimistis, namun belum mengalami pemulihan yang relatif kuat. Hal ini disebabkan bahwa momentum konsumsi rumah tangga masih belum sepenuhnya pulih.
“Meski demikian, para pelaku pasar akan menantikan jelang pengumuman MSCI August Index Review pada 12 Agustus 2026,” kata Nafan.
(naw)





























