Logo Bloomberg Technoz

Dalam strategi TLKM 30, Telkom juga mendorong pilar unlock value melalui percepatan monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi, termasuk data center, tower, dan jaringan fiber.

Setelah proses pengalihan rampung, InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber. Jumlah tersebut termasuk sekitar 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di berbagai wilayah Indonesia.

Aset yang dikelola mencakup jaringan akses pelanggan hingga backbone serta berbagai infrastruktur pendukung.

Dengan portofolio tersebut, InfraNexia diarahkan menjadi penyedia layanan konektivitas grosir yang fokus pada pengembangan infrastruktur digital nasional.

Dian mengatakan pembentukan InfraNexia juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.

“Dengan hadirnya InfraNexia kami optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas sehingga mampu memberikan pengalaman pelanggan yang terbaik,” ujarnya.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan spin-off tersebut merupakan bagian dari penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis infrastruktur digital dengan proposisi nilai yang lebih kuat.

Spin-off InfraCo Tahap 2 merupakan implementasi nyata dari strategi penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun infrastruktur digital bisnis yang memiliki proposisi nilai lebih kuat,” kata Seno.

Sementara itu, Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan penyelesaian spin-off menjadi fondasi bagi perseroan untuk memperkuat bisnis infrastruktur konektivitas grosir.

“Kami optimistis penyelesaian spin-off ini semakin memperkokoh InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas grosir yang netral dan andal,” ujar Lukman.

Dia mengatakan InfraNexia akan memperkuat sejumlah layanan, mulai dari 5G backhaul, jaringan grosir dan FTTx hingga passive infrastructure sharing. Perseroan juga mempercepat program modernisasi jaringan dan mendorong implementasi jaringan otonom.

Menurut Lukman, penguatan infrastruktur tersebut akan mendukung pertumbuhan ekosistem artificial intelligence (AI), cloud, dan data center di Indonesia.

Meski TLKM memegang lebih dari 99% saham InfraNexia, perusahaan tersebut akan tetap beroperasi secara profesional dalam melayani pelanggan.

Telkom menyatakan proses transaksi dilakukan tanpa mengganggu layanan kepada pelanggan.

(dec/naw)

No more pages