Logo Bloomberg Technoz

“Tapi yang jelas bagi kami itu yang paling penting adalah komitmen untuk kargo dalam negeri tetap terpenuhi, tidak ada kekurangan, itu yang paling penting. Jadi kita jangan melihat masalahnya kapan sih, tapi komitmen kargonya terjaga semua,” ungkap dia.

Dalam kesempatan sebelumnya, BP memproyeksikan produksi dari Kilang Tangguh bakal mengalami penurunan sekitar 10,1 standar kargo LNG tahun ini.

Head of Country BP Indonesia Hardi Hanafiah membeberkan penurunan produksi itu disebabkan karena jadwal perawatan atau turn around Train-1.

“Dari segi produksi pada 2026 akan ada pengurangan sedikit karena pelaksanaan turn around Train-1 atau servis Train-1 pengurangannya sekitar 10,1 standar kargo,” kata Hardi saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII di DPR, Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Hardi menuturkan sejumlah kontrak pembiayaan awal untuk program perawatan Train-1 itu sudah terjadi pada 2025, yang tercermin pada meningkatnya ongkos produksi per ekuivalen barel ke level US$3,93.

“Ada sedikit peningkatan cost, tapi bukan karena reliability atau masalah di Train-3,” kata Hardi.

Hardi menuturkan BP tengah memasuki tahap penyesuaian untuk operasi Train-1 dan Train-2 lantaran telah berusia 15 tahun. Di sisi lain, BP turut meningkatkan keandalan produksi dari Train-3 yang relatif baru beroperasi atau first drop pada April 2024 lalu.

“Kami berusaha menghindari hambatan-hambatan teknis agar bisa mencapai produksi 100%,” kata dia.

Tangguh LNG merupakan proyek pengembangan dari 6 lapangan gas terpadu yang terletak di wilayah KKS Wiriagar, Berau dan Muturi di Teluk Bintuni, Papua Barat.

BP telah mendapat perpanjangan kontrak sampai tahun 2055 lewat persetujuan yang diteken bersama pemerintah pada 2022 lalu. Awalnya, kontrak BP bakal berakhir 2035.

Pada tahun lalu, BP berhasil mencatatkan lifting gas dari Kilang Tangguh mencapai 1,57 bcf per hari untuk periode yang berakhir 31 Mei 2025. 

Sementara itu, BP turut mencatatkan produksi sebanyak 78 standar kargo LNG per 31 Mei 2025, dari target tahun ini yang dipatok 180,4 standar kargo LNG.

Adapun, cadangan gas pertama kali ditemukan pada pertengahan tahun 1990-an oleh Atlantic Richfield Co (ARCO). Tangguh mulai berproduksi pada tahun 2009 atau empat tahun setelah memperoleh persetujuan dari pemerintah.

Tangguh LNG dioperasikan oleh BP Berau Ltd (100% milik BP). Afiliasi BP lainnya yang ikut mengembangkan proyek ini di antaranya BP Muturi Holdings BV, BP Wiriagar Ltd dan Wiriagar Overseas Ltd, sehingga membuat BP memiliki 40,22% kepemilikan di Tangguh LNG.

Mitra-mitra kerja lainnya adalah MI Berau BV (16,30%), CNOOC Muturi Ltd (13,90%), Nippon Oil Exploration (Berau) Ltd (12,23%), KG Berau Petroleum Ltd (8,56%), KG Wiriagar Petroleum Ltd (1,44%), Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc (7,35%).

(azr/ros)

No more pages