Logo Bloomberg Technoz

Ukraina telah mengintensifkan serangan terhadap pelabuhan-pelabuhan minyak Rusia sebagai bagian dari perang yang dimulai dengan invasi Moskwa pada tahun 2022, termasuk serangan terhadap kapal-kapal di terminal CPC, yang telah mengganggu proses pemuatan dan menghentikan beberapa operasi karena pemilik kapal memilih untuk menghindar.

Situasi ini terjadi pada saat dunia tidak bisa menanggung gangguan lebih lanjut pada arus minyak global, mengingat konflik yang melibatkan Iran dan penurunan volume pengiriman melalui Selat Hormuz telah membatasi pasokan minyak yang masuk ke pasar.

Lonjakan biaya minyak mentah dan bahan bakar telah berdampak pada ekonomi global dan memicu kenaikan harga BBM di tingkat konsumen di AS menjelang pemilihan umum sela November, yang diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh kekhawatiran pemilih mengenai kondisi ekonomi.

Berdasarkan kesepakatan yang difasilitasi oleh AS, Ukraina berkomitmen untuk tidak menyerang infrastruktur Caspian Pipeline Consortium maupun kapal-kapal non-Rusia yang menuju terminal tersebut, selama kapal-kapal itu tidak terkena sanksi Ukraina dan tidak mengangkut kargo Rusia, menurut pejabat AS tersebut.

Kyiv juga memberikan petunjuk kepada pengirim barang untuk memperjelas kapal mana saja yang berisiko menjadi sasaran serangan. Berdasarkan kesepakatan tersebut, kata pejabat itu, kapal-kapal tersebut tidak boleh dikenai sanksi Ukraina, tidak boleh mengangkut minyak Rusia atau muatan lainnya, dan tidak boleh dimiliki oleh individu atau entitas Rusia. 

Ukraina terus menjalin komunikasi erat dengan perusahaan-perusahaan Amerika dan pemerintahan Trump terkait segala hal yang menyangkut keselamatan dan keamanan pelayaran komersial, ungkap sumber lain yang mengetahui hal ini.

Belum jelas apakah kesepakatan ini akan cukup untuk memulihkan volume pengiriman ke tingkat normal atau sepenuhnya meredakan kekhawatiran perusahaan pelayaran akan serangan, mengingat langkah-langkah perlindungan sebelumnya terbukti tidak memadai. Beberapa perusahaan yang telah menyerahkan daftar kapal yang tidak boleh disasar kepada pihak Ukraina mendapati kapal-kapal mereka tetap saja menjadi sasaran serangan.

Selain itu, meski pengiriman telah kembali berjalan, volumenya masih di bawah tingkat normal akibat serangan pesawat nirawak (drone) yang lebih luas di dekat Novorossiysk. Otoritas Rusia umumnya menghentikan kegiatan pemuatan minyak saat terdapat peringatan adanya drone di terminal.

Gelombang awal serangan drone pada pekan tanggal 20 Juli memaksa kapal-kapal komersial yang disewa oleh perusahaan-perusahaan AS menghentikan pemuatan di terminal CPC. Meski pemuatan dilanjutkan pada 27 Juli, kapal-kapal komersial yang sedang memuat di terminal tersebut diserang oleh drone dua hari kemudian. 

Gangguan terkini ini diperkirakan akan menyebabkan penurunan ekspor CPC Blend sebesar sekitar sepertiga pada bulan ini, menurut sumber-sumber yang mengetahui hal tersebut. Namun, terdapat ketidakpastian mengenai angka-angka itu karena tidak mencakup kargo Juli yang tertunda hingga Agustus, sementara penghentian operasional baru-baru ini berpotensi menunda sebagian kargo Agustus.

Risiko pemuatan di terminal tersebut juga tercermin dalam biaya penyewaan kapal tanker untuk berlayar ke sana. Hanya sejumlah kecil pemilik kapal yang bersedia melakukannya, karena rute ini mengharuskan singgah di pelabuhan Rusia, dan sebagian lainnya enggan akibat serangan-serangan baru-baru ini. 

Pendapatan kapal-kapal yang mengangkut minyak dari CPC ke Mediterania mencapai lebih dari US$400.000 per hari pada Jumat—angka tertinggi yang pernah tercatat untuk rute tersebut—berdasarkan data dari Baltic Exchange di London.

(bbn)

No more pages