Logo Bloomberg Technoz

"Masukan dari asosiasi, kami bisa dilibatkan lebih detail termasuk penentuan kriteria penerima, telah diakomodasi,"

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto akan segera mengumumkan paket stimulus untuk kendaraan listrik (EV) dalam waktu dekat.

"Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, Presiden akan meluncurkan stimulus untuk EV, termasuk kuota 500 ribu unit motor listrik dan mobil listrik. Pemerintah akan menanggung PPN (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 100% untuk kategori tertentu, serta 40% untuk kendaraan listrik lainnya," kata Purbaya dalam sebuah seminar di pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), Selasa (4/8/2026).

Purbaya menegaskan bahwa fasilitas insentif PPN ini hanya ditujukan untuk kendaraan bermotor berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) dan tidak berlaku bagi kendaraan hibrida (hybrid) maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

"Kebijakan yang saya dengar khusus untuk EV, baik yang berbasis baterai nikel maupun lithium," jelas Purbaya.

Rencana kucuran insentif baru ini menandai peningkatan kuota yang cukup signifikan. Sebelumnya, pemerintah berencana memberikan insentif untuk 200 ribu unit kendaraan listrik (masing-masing 100 ribu unit untuk mobil dan motor) yang sempat tertunda dari target awal pada Juni 2026. Besaran subsidi untuk motor listrik rencananya ditetapkan sebesar Rp5 juta per unit.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa insentif kendaraan listrik tersebut diprioritaskan bagi kendaraan dengan kategori merek nasional melalui program Mobil Listrik Nasional (Molinas).

"Insentif yang akan diberikan berbasis pada mobil dan motor yang dikategorikan sebagai produk nasional," tegas Agus di sela pembukaan GIIAS 2026, Kamis (30/7/2026).

Adapun, saat ini Kementerian Perindustrian saat ini tengah menyiapkan teknis pelaksanaan aturan tersebut sembari menunggu arahan detail dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

(ain)

No more pages