Logo Bloomberg Technoz

Adapun, proses keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) ditargetkan rampung pada akhir 2027.

Kegiatan pertambangan PT Bukit Asam Tbk. (dok. PTBA)

Dahlia memperkirakan dari setiap 7 juta ton batu bara yang diproses maka bakal menghasilkan sekitar 1,4 juta ton DME per tahun.

Kajian Keekonomian

Dia juga menegaskan perseroan bersama Danantara terus melakukan kajian agar dapat membuat keekonomian DME menjadi lebih menarik.

“Ini  diorkestrasikan oleh Danantara. Danantara yang menstrukturkan lagi cost-nya seperti apa DME ini agar bisa feasible,” tegas dia.

Sekadar informasi, PTBA menargetkan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatra Selatan dapat rampung dibangun pada 2030, usai dilakukan groundbreaking pada Rabu (29/4/2026).

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menyatakan rencana investasi proyek hilirisasi batu bara tersebut sedang dimatangkan oleh Danantara.

Dia juga memastikan proyek tersebut bakal digarap bersama mitra teknologi, tetapi belum dapat mengungkapkan calon investor tersebut sebab proses penjajakan masih berlangsung.

Insyaallah 2030 [rampung]. Investasi sedang dimatangkan oleh Danantara. Mitra teknologi sedang dalam proses pemilihan. Belum bisa diumumkan,” kata Turino kepada Bloomberg Technoz, Selasa (5/5/2026).

Turino mengungkapkan calon mitra teknologi berasal dari beberapa negara, tetapi dia enggan mendetailkan teknologi dari mana yang akan dipakai untuk proyek DME di Indonesia.

Sekadar catatan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat menyatakan perusahaan asal China dan Eropa menjadi kandidat kuat investor untuk mengembangkan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME.

Bahlil menerangkan kedua negara memiliki teknologi yang mutakhir dan relatif efisien untuk mendorong gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanah Air.

“Dua aja kalau enggak Eropa, China yang efisien,” kata Bahlil kepada awak media di Hotel Kempinski, Jakarta, medio Oktober 2025.

Nantinya, Bahlil menambahkan, proyek DME akan dipimpin oleh BPI Danantara. Dengan demikian, dia mengatakan, penjajakan kerja sama lebih lanjut akan dilakukan oleh Danantara.

“Ini mitranya nanti dengan Danantara, teknologinya kan macam-macam ya, teknologi dari China, itu, bisa juga dari Eropa,” kata Bahlil.

PTBA sendiri sebelumnya sudah pernah melakukan penjajakan dengan calon mitra potensial untuk proyek tersebut, terutama perusahaan dari China seperti China National Chemical Engineering Group Corporation (CNCEC), China Chemical Engineering Second Construction Corporation (CCESCC), Huayi, Wanhua, Baotailong, Shuangyashan, dan East China Engineering Science and Technology Co Ltd (ECEC).

Dari seluruh calon mitra tersebut, baru ECEC yang sudah menyatakan minat menjadi mitra investor, meski bukan dengan skema investasi penuh atau full investment.

ECEC sendiri telah menyampaikan proposal awal proyek gasifikasi batu bara menjadi DME pada 18 November 2024 dengan processing service fee (PSF) indikatif yang diusulkan berada di rentang US$412—US$488 per ton.

Angka tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan ekspektasi Kementerian ESDM pada 2021 sebesar US$310 per ton.

Proyek gasifikasi batu bara menjadi DME pada tahap awal direncanakan selama 20 tahun di wilayah Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE) yang berada di mulut tambang batu bara Tanjung Enim, Sumatra Selatan. BACBIE akan berada di lokasi yang sama dengan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8.

Namun, pada medio 2023, Air Products & Chemicals, Inc (APCI) hengkang dari proyek tersebut untuk fokus menggarap proyek hidrogen biru di AS

(azr/wdh)

No more pages