"Nah, itu [kerja sama Rusia] kita buka kembali, kita jajaki kembali, termasuk dengan China," jelasnya.
Meski demikian, pemerintah belum menetapkan nilai investasi maupun skema pendanaan proyek.
"Saya lihat sih sepertinya kalau Sumatra logistiknya KAI yang lebih berminat untuk mengembangkannya. Kalau di Kalimantan sepertinya dari China maupun Rusia yang berminat," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target besar pembangunan jaringan kereta api nasional baru di Pulau Sumatera dan Kalimantan yang diberi nama Trans Sumatera Railway dan Trans Kalimantan Railway.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Secara khusus, RI menyerahkan tugas ini kepada PT KAI (Persero) selaku BUMN sektor perkeretaapian dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku regulator.
Bahkan Prabowo juga meminta KAI dan Kemenhub untuk juga membangun jaringan kereta api di Pulau Kalimantan. Sebab menurutnya, Indonesia merupakan negara yang besar, sehingga harus ada pemerataan pembangunan, termasuk infrastruktur transportasi dan logistik.
(lav)
































