Logo Bloomberg Technoz

Bursa Saham Asia lain justru berhasil menguat, Straits Times (Singapura), Shanghai Composite (China), SENSEX (India), SETI (Thailand), KOSDAQ (Korea Selatan), TOPIX (Jepang), dan Shenzhen Comp. (China), yang menguat masing–masing mencapai 1,03%, 0,57%, 0,48%, 0,3%, 0,26%, 0,24%, dan 0,06%.

Di sisi berseberangan, KOSPI (Korea Selatan), Hang Seng (Hong Kong), NIKKEI 225 (Jepang), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), KLCI (Malaysia), Weighted Index (Taiwan), CSI 300 (China), dan PSEI (Filipina), yang melemah dan drop dengan masing–masing 4,58%, 1,49%, 0,93%, 0,66%, 0,63%, 0,48%, 0,15%, dan 0,13%.

Variatifnya Bursa Saham Asia turut sejalan dengan momentum di Wall Street Amerika Serikat (AS) dini hari tadi yang juga mixed.

Pada perdagangan sebelumnya, Nasdaq Composite, dan S&P 500 masing–masing melemah dengan dengan penurunan 0,83%, dan 0,17%. Sedang Dow Jones Industrial Average (DJI) berhasil menguat 0,49%.

Sentimen yang memengaruhi Bursa Asia, termasuk IHSG hari ini datang dari kehati–hatian investor menghadapi perkembangan di Selat Hormuz.

Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, penantian terhadap kesepakatan antara Iran dan Oman yang akan memungkinkan pembukaan kembali sebagian Selat Hormuz berlanjut hingga Kamis setempat, setelah Republik Islam Iran menyatakan kesepakatan mengenai jalur pelayaran yang diusulkan telah memasuki tahap final.

Kedua negara yang berbatasan langsung dengan jalur pelayaran strategis tersebut telah bernegosiasi sejak bulan lalu mengenai rencana pengelolaan lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Dalam beberapa hari, Iran dan Amerika Serikat (AS) sama-sama mengindikasikan penyelesaian konflik sudah semakin dekat.

“Kesepahaman secara prinsip telah tercapai atas hampir seluruh isu yang dibahas, termasuk peta jalur masuk dan keluar lalu lintas maritim,” papar Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, kepada Islamic Republic News Agency (IRNA), mengutip Bloomberg News.

Biarpun demikian, ia menegaskan kesepakatan bilateral dengan Muscat tidak berarti Selat Hormuz akan dibuka kembali sepenuhnya. 

Jalur pelayaran Selat Hormuz. (Bloomberg)

Teheran tetap bersikeras AS bukan bagian dari kesepakatan dengan Oman, serta mengisyaratkan normalisasi pelayaran di Selat Hormuz akan bergantung pada kesediaan Washington untuk mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Terlebih lagi, kehati–hatian pasar terhadap berbagai pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali menegaskan kesepakatan terkait Selat Hormuz akan segera tercapai, serta menyatakan pemerintahannya sedang menjalin komunikasi dengan Iran.

“Kami sedang berbicara. Mari kita lihat apa yang akan terjadi,” ujar Trump dalam sebuah kampanye di Las Vegas.

Namun, Trump sebelumnya juga pernah mengklaim telah terjadi terobosan diplomatik, kendatipun pada kesudahannya kesepakatan yang bersifat permanen belum berhasil benar–benar tercipta.

(fad)

No more pages