Data Bursa Efek Indonesia (BEI) memperhitungkan nilai perdagangan mencapai Rp18,18 triliun dari sejumlah 54,9 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi menyentuh 2,67 juta kali diperjualbelikan.
Tercatat hanya ada penguatan 265 saham, dan sebanyak–banyaknya 337 saham terjadi pelemahan. Sisanya 192 saham stagnan.
Saham–saham properti, saham kesehatan, dan saham teknologi utamanya menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 0,69%, 0,48% dan 0,39%, begitu juga saham konsumen primer drop 0,28%, disusul oleh pelemahan pada saham keuangan dengan melemah 0,24%.
Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks.
Saham–saham big caps pemberat IHSG hingga menempati top losers.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 8,87 poin
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengurangi 5,56 poin
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengurangi 4,62 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 4,23 poin
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) mengurangi 2,37 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengurangi 1,89 poin
- PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengurangi 1,85 poin
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengurangi 1,64 poin
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengurangi 1,33 poin
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengurangi 0,98 poin
Sejumlah saham LQ45 unggulan lainnya juga menjadi pemberat IHSG, saham PT XLSmart Tbk (EXCL) yang turun 2,34%, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) amblas 2,17%, dan juga saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melemah 1,96%.
Senada dengan saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) drop 1,91%, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melemah 1,65%, dengan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) terpeleset 1,54% hingga menjadi pemberat IHSG.
Pasar Cermati Nama Calon Gubernur Bank Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bakal segera mengajukan nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menjadi pengganti definitif Perry Warjiyo yang mengundurkan diri sebelumnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, Prabowo akan meneken keputusannya soal nama calon gubernur BI definitif pada minggu ini.
Berdasarkan penetapan hari kerja lembaga negara, keputusan tersebut berarti akan diteken hari ini atau besok sebelum dikirimkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Insya Allah minggu ini. Minggu ini diputuskan,” kata politikus Partai Gerindra tersebut, mengutip Kamis (6/8/2026).
Presiden Prabowo sendiri sempat melontarkan sinyal hendak mengajukan Destry Damayanti– yang saat ini tengah menjabat sebagai Gubernur BI sementara, sebagai calon pengganti Perry Warjiyo. Akan tetapi, sinyal tersebut belum jelas apakah Destry akan menjadi calon tunggal, atau ada nama lain yang turut diajukan presiden.
Sebelumnya, Perry Warjiyo tiba-tiba mengundurkan diri di tengah masa jabatan keduanya dengan alasan keperluan pribadi – yang tak pernah dijelaskan lebih detail. Hal ini terjadi usai kabar polemik antara pemerintah dan BI bergulir akibat nilai tukar mata uang rupiah yang terus melemah.
Sesuai UU BI, Deputi Senior Destry Damayanti secara otomatis langsung mengisi jabatan tersebut dengan label penjabat Gubernur BI sementara. Dia akan memimpin Bank Indonesia hingga ada persetujuan DPR terhadap nama calon yang diajukan presiden.
(fad)





























