Logo Bloomberg Technoz

Dia menggambarkan, dalam laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kinerja dan Fakta (APBNKita), realisasi belanja untuk Program MBG sampai Juni 2026 tercatat Rp98,8 triliun. Angka ini terdiri dari realisasi pada kuartal I-2025 sebesar Rp54,1 triliun dan kuartal II-2026 Rp44,7 triliun.

"Kalau dibandingkan dengan realisasi MBG kuartal II-2025, kali ini sudah meningkat tinggi, karena basis saat itu realisasinya hanya Rp2,9 triliun," papar Edy.

Dia memaparkan, lonjakan realisasi belanja MBG yang tinggi ini tentu berdampak pada komponen belanja pemerintah yang turut berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Semakin besar realisasinya, tentu akan berpengaruh, karena tiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah masuk ke dunia usaha dan berputar, lalu berdampak ke pertumbuhan ekonomi," tutur Edy.

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5,29% pada kuartal II-2026. Secara keseluruhan, kinerja ekonomi kali ini masih ditopang oleh komponen konsumsi rumah tangga dan investasi langsung. Dalam laporan tersebut, komponen belanja pemerintah mengalami pertumbuhan kinerja tertinggi, namun kontribusinya terhadap ekonomi masih minim. 

Ia menyebut dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,32%, tumbuh 5,06% secara yoy. Disusul kemudian Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi langsung dengan kontribusi 29,36% dan tumbuh 6,87%. Kontribusi total kedua komponen ini sebesar 82,68%.

Edy menyebut, komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi yaitu konsumsi pemerintah yang didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pada triwulan II-2026. Menurut BPS, belanja pemerintah mencatatkan kenaikan sebesar 15,97%

“Jika dilihat dari sumber pertumbuhannya pada triwulan II-2026 ini konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar yakni sebesar 2,67%. Selain itu pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 juga ditopang oleh komponen PMTB dengan sumber pertumbuhan sebesar 2,06% dan konsumsi pemerintah memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,07%,” katanya.

Sementara itu Edy juga menyebut bahwa net export mencatatkan penurunan sebesar 0,78%. 

(lav)

No more pages