Logo Bloomberg Technoz

Sebaliknya, jumlah penganggur turun menjadi 7,22 juta orang, berkurang sekitar 24 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Sejalan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,65% pada Mei 2026 dari 4,68% pada Februari 2026. 

Dibandingkan beberapa tahun terakhir, tren TPT juga tercatat turun. Jika mengacu pada data BPS, pada Februari 2022, TPT masih berada di level 5,83%, kemudian turun menjadi 5,45% pada Februari 2023, 4,82% pada Februari 2024, 4,76% pada Februari 2025, hingga mencapai 4,65% pada Mei 2026.

Dari sisi jam kerja, mayoritas pekerja merupakan pekerja penuh sebanyak 98,98 juta orang, naik 391 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Jumlah pekerja paruh waktu mencapai 38,42 juta orang atau bertambah 72 ribu orang, sedangkan setengah penganggur meningkat 59 ribu orang menjadi 10,79 juta orang.

Partisipasi angkatan kerja juga mengalami sedikit peningkatan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) nasional naik menjadi 70,57% pada Mei 2026 dari 70,56% pada Februari 2026, meski masih sedikit lebih rendah dibandingkan November 2025 yang sebesar 70,95%.

Menurut jenis kelamin, TPAK laki-laki tercatat naik dari 84,57% jadi 85,14%. Sebaliknya, TPAK perempuan justru turun dari 56,41% menjadi 55,84%. 

Sementara dari sisi wilayah, tingkat pengangguran di perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan perdesaan. TPT di perkotaan tercatat sebesar 5,54%, sedangkan di perdesaan sebesar 3,15%. Berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki mencapai 4,85% dan perempuan sedikit lebih rendah, 4,32%.

Lapangan Usaha

Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan pangsa 28,75% dari total penduduk bekerja.

Posisi berikutnya ditempati perdagangan besar dan eceran sebesar 17,80%, industri pengolahan 13,53%, akomodasi dan makan minum 8%, serta konstruksi sebesar 6,09%.

Selama Februari hingga Mei 2026, penambahan tenaga kerja terbesar terjadi pada sektor akomodasi dan makan minum yang bertambah sekitar 195 ribu orang.

Sektor transportasi dan penyimpanan bertambah sekitar 121 ribu orang, sedangkan aktivitas jasa lainnya meningkat sekitar 110 ribu orang. Di sisi lain, sektor perdagangan besar dan eceran mencatat penurunan tenaga kerja sekitar 128 ribu orang.

Dari sisi pendidikan, komposisi tenaga kerja juga ikut berubah. Sebanyak 52,46 juta pekerja atau 35,40% masih berpendidikan SD ke bawah.

Sementara, lulusan SMA mencapai 30,71 juta orang atau 20,72%, diikuti SMP sebanyak 26,05 juta orang atau 17,58%, SMK sebesar 19,44 juta orang atau 13,12%, Diploma IV hingga S3 sebanyak 15,93 juta orang atau 10,75%, serta Diploma I–III sebanyak 3,59 juta orang atau 2,42%.

Secara keseluruhan, sekitar 13,18% penduduk bekerja yang berpendidikan tinggi atau Diploma ke atas. Selama Februari hingga Mei 2026, proporsi pekerja berpendidikan SMA, SMK, Diploma, dan perguruan tinggi juga ikut meningkat, sebaliknya proporsi pekerja berpendidikan SD ke bawah dan SMP mengalami penurunan.

(dsp/aji)

No more pages