Berdasarkan data KSSK, yield SBN seri benchmark tenor 10 tahun meningkat 31 bps ke level 7,14% secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq) pada akhir kuartal II-2026. Sementara itu, investor non-residen masih mencatatkan net-buy di pasar SBN Rp32,09 triliun selama triwulan II 2026.
Sementara itu, aliran investasi portofolio asing pada kuartal II 2026 mencatat aliran modal masuk atau net inflows sebesar US$8,5 miliar, terutama didukung SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang kemudian berlanjut pada kuartal III-2026, seiring meningkatnya imbal hasil instrumen keuangan domestik.
(lav)
No more pages
































