Logo Bloomberg Technoz

Tidak jelas negosiasi apa yang dimaksud Trump atau siapa saja yang terlibat. Trump berulang kali menyebut adanya upaya diplomatik ketika melunakkan ancaman eskalasi militer, tetapi pembicaraan tersebut kemudian gagal. Serangan AS dan Israel pada awal perang menewaskan sebagian besar petinggi kepemimpinan Iran.

Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan mengizinkan kapal-kapal melintas bebas di Selat Hormuz, seperti yang dituntut Trump. Sebaliknya, Iran mengatakan tengah berdiskusi dengan Oman mengenai jalur baru, bukan mengenai apakah selat tersebut secara keseluruhan akan dibuka atau ditutup.

Pembicaraan dengan Oman membahas jalur “sementara” untuk memastikan keselamatan kapal, kata Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Senin. “Saat ini kami tidak sedang berunding dengan Amerika Serikat.”

Pernyataan itu memicu respons keras dari Trump, yang menyebut kepemimpinan Iran “sangat bermuka dua.” Ia mengatakan pembicaraan telah berlangsung dan lebih banyak perundingan akan dijadwalkan, tanpa memberikan rincian. “Terlepas dari apakah Iran mau mengakuinya atau tidak, faktanya kami sedang membicarakan solusi,” tulisnya di media sosial.

Pada Senin malam, seorang pejabat senior Iran mendesak AS untuk “mengambil langkah pertama dan mengubah perilakunya” dengan kembali pada ketentuan kesepakatan yang dicapai kedua pihak pada Juni. Mohsen Rezaee, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa “kapal perang dan pangkalan AS akan berada dalam bahaya serius” jika Trump tidak mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Bloomberg melaporkan pekan lalu bahwa Muscat dan Teheran tengah membahas pembukaan kembali jalur tengah yang disebut middle passage di Selat Hormuz. Namun, jalur tersebut telah dipasangi ranjau oleh Iran, menurut sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut, sehingga kemungkinan harus dibersihkan sebelum kapal dapat melintasinya secara rutin.

Jalur sempit tersebut, yang menjadi saluran vital bagi pasokan minyak, gas alam cair, serta komoditas lain seperti pupuk, masih hampir sepenuhnya tertutup. Hampir tidak ada kapal yang melintas, setidaknya dengan transponder mereka tetap aktif. Sebagian besar kapal yang melintas menggunakan rute utara yang dekat dengan pantai Iran dengan izin Teheran, atau rute selatan di sekitar wilayah Oman.

Trump mengatakan “tidak akan ada pungutan biaya” untuk akses melalui selat tersebut, salah satu syarat utama yang ditetapkan Teheran dalam setiap kesepakatan.

Trump juga mengkritik ExxonMobil Holdings Corp dan Chevron Corp atas keuntungan mereka yang melonjak. Ia mengatakan kedua perusahaan tersebut “menghasilkan terlalu banyak uang” dan mendesak mereka untuk “mengembalikan sebagian keuntungan itu kepada masyarakat” serta memangkas harga bensin di tingkat konsumen.

Trump mengatakan telah membatalkan ancaman serangan—yang menurutnya memiliki skala seperti yang “belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II”—setelah mendapat lobi dari Iran dan sejumlah negara Timur Tengah.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berbicara melalui telepon dengan Trump pada akhir pekan. Pemimpin de facto Saudi tersebut “menekankan perlunya memprioritaskan dialog untuk mengurangi eskalasi dan pentingnya mengerahkan segala upaya yang mungkin untuk mencapai ketenangan,” menurut kantor berita utama Arab Saudi.

Iran secara rutin menyerang negara-negara seperti Kuwait dan Bahrain dalam dua bulan terakhir selama bentrokan dengan AS. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar mengalami serangan yang lebih sedikit, tetapi kapal-kapal mereka terkena serangan di sekitar Hormuz. Arab Saudi juga diserang milisi yang didukung Iran di Irak serta kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dalam dua pekan terakhir.

Kedutaan Besar AS di berbagai negara di kawasan tersebut pada Sabtu telah memperingatkan warga Amerika untuk bersiap menghadapi pembatalan penerbangan dan penutupan wilayah udara.

Sebelumnya, Trump mengatakan akan meningkatkan intensitas serangan udara hingga Iran membuka kembali selat tersebut. Ia juga mengancam pada akhirnya akan menyerang infrastruktur sipil dan pembangkit listrik Iran, yang telah diperingatkan Teheran akan dibalas dengan serangan keras.

(bbn)

No more pages