Untuk diketahui, baik AS maupun Iran mengisyaratkan bahwa pembicaraan guna memulihkan pengiriman melalui Selat Hormuz sedang berlangsung.
Kabar lain hadir yaitu ekspansi aktivitas manufaktur AS yang tercepat dalam lebih dari empat tahun juga mengangkat saham Wall Street.
“Laporan laba akan tetap menjadi fokus utama, dengan sekitar 15% perusahaan dalam indeks S&P 500 berdasarkan kapitalisasi pasar dijadwalkan untuk merilis laporan keuangannya,” kata Matt Orton, Kepala Strategi Pasar di Raymond James Investment Management.
Orton menyorot sektor energi, kesehatan, utilitas, dan industri sebagai sektor yang patut diperhatikan, karena sektor-sektor tersebut telah “mendapat manfaat dari pergeseran portofolio yang terjadi belakangan ini.”
“Hasil laporan keuangan mereka akan membantu menentukan apakah kekuatan relatif tersebut secara fundamental dapat dipertahankan,” ucap dia.
Laporan keuangan dari developer software penambangan data, Palantir Technologies Inc., dijadwalkan dirilis usai pasar tutup. Perusahaan tersebut diperkirakan akan mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 143% untuk kuartal kedua, didorong oleh lonjakan pendapatan sebesar 80%. Saham Palantir ditutup dengan kenaikan 2,1%. Harganya telah turun sekitar 40% sejak mencapai puncaknya pada bulan November.
“Kami mencatat 95 laporan laba perusahaan teknologi di AS pekan ini dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$1 miliar,” tulis Jeffrey Favuzza, pedagang ekuitas Jefferies, dalam sebuah catatan. Selain Palantir, ON Semiconductor Corp. menjadi fokus utama, katanya.
Dari 307 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasilnya sejauh ini pada musim laporan ini hingga penutupan pasar Jumat, 86% melampaui perkiraan analis untuk EPS. Dari segi penjualan, 68% perusahaan memberikan kejutan positif, sementara 15% tidak mencapai target.
Laporan perdana SpaceX sebagai perusahaan publik dijadwalkan pada hari Selasa. SpaceX telah mempersiapkan salah satu pelepasan saham terbesar dalam sejarah pasar modal, dengan saham senilai hingga US$116 miliar yang akan memenuhi syarat untuk dijual untuk pertama kalinya bulan depan. Perusahaan milik Elon Musk ini telah turun di bawah harga IPO-nya, ditutup pada hari Senin di level US$114,46.
Kabar lain, ADR Alibaba Group Holding Ltd. melonjak 4,1% oasca perusahaan merilis model AI terbesarnya sepanjang sejarah, yang diklaim memiliki kinerja setara dengan pemimpin global Anthropic PBC dalam tantangan terbaru China terhadap pesaing-pesaing AS.
Beragam langkah potensial dari bank sentral AS atau Federal Reserve juga menarik perhatian investor. Gubernur Kevin Warsh menghadapi pertanyaan yang terus berlanjut mengenai kredibilitas bank sentral, tulis ekonom Wolfe Research Stephanie Roth dalam catatannya. Pekan lalu, pergerakan aset menandakan bahwa investor semakin khawatir Warsh tidak akan mampu mengendalikan inflasi yang telah berada di atas target Fed selama lima tahun berturut-turut.
“Data mungkin masih bisa menyelamatkannya,” yang merupakan skenario dasar Roth, sementara konferensi Jackson Hole yang akan datang “menawarkan kesempatan untuk memulai kembali,” pungkas dia.
(bbn)





























