Adanya aliran modal masuk ke pasar obligasi dapat menahan laju pelemahan rupiah lebih lanjut, setidaknya untuk jangka pendek. Namun, penguatan rupiah juga masih akan tertahan oleh tingginya harga minyak mentah dunia yang berada di atas angka asumsi yang disematkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yakni US$70/barel, sementara harga rata-rata minyak mentah saat ini berada di kisaran US$83/barel.
Di tengah kondisi ini, rupiah diproyeksikan masih akan defensif dan bergerak di rentang Rp18.050-18.100/US$.
(dsp/aji)
No more pages






























