Sementara itu, pipa transmisi gas bumi Dusem Segmen 2 yang membentang sepanjang 266,8 kilometer dipercayakan kepada konsorsium KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia.
Laode melalui kesempatan tersebut juga mengingatkan bahwa percepatan fisik proyek tidak boleh mengorbankan aspek keselamatan dan kualitas teknis pekerjaan.
Dia secara khusus menyoroti pekerjaan open cut yang menjadi salah satu tahapan paling krusial dalam pemasangan pipa transmisi gas.
“Terdapat dua penekanan utama yang wajib dipatuhi di lapangan, pertama penerapan standar health, safety, security, and environment [HSSE] tanpa kompromi. Seluruh personel wajib menerapkan aturan HSSE secara ketat. Potensi bahaya di lapangan harus dimitigasi sejak dini,” ungkapnya.
“Kedua, kepatuhan kedalaman pipa, pekerjaan penggalian open cut wajib memenuhi spesifikasi kedalaman yang telah ditetapkan dalam aturan teknis. Standar kedalaman ini penting tidak hanya untuk keamanan jangka panjang pipa, tetapi juga menjadi poin krusial saat uji kelayakan teknis maupun audit pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan [BPK],” jelas Laode.
Integrasi jaringan pipa gas bumi dari wilayah Sumatra Utara hingga Riau ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung pemerataan pasokan energi bersih bagi industri maupun masyarakat.
Adapun, berdasarkan data Kementerian ESDM, pembangunan proyek tersebut dimulai 6 Agustus 2024, dengan total investasi sebesar Rp2,7 triliun dan kumulatif jam kerja selama masa pelaksanaan konstruksi mencapai 4.659.090 jam.
Lebih lanjut, dalam 19 bulan pembangunan terdapat sejumlah pekerjaan yang berhasil dikerjakan a.l. pembangunan jalur pipa gas diameter 20 inci sepanjang 242 km; pengadaan gas compressor package di Stasiun ESDM Semarang.
Lalu, pengadaan pig launcher di Stasiun ESDM Batang; pengadaan gas metering dan pig receiver di Stasiun Gas Kandanghaur Timur; dan pembangunan 16 unit line break control valve (LBCV).
Di sisi lain, serapan tenaga kerja maksimal pada masa puncak yakni periode Juni—Juli 2025 mencapai 1.981 orang dengan hasil self-assessment serapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 60,58%.
Untuk diketahui, sumber pasokan gas untuk pengaliran pada Pipa Cisem Tahap 2 ini berasal dari Lapangan Jambangan Tiung Biru (JTB) yang terletak di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.
(smr/wdh)





























