Hal ini disebabkan karena jalur distribusi LPG untuk industri petrokimia sudah memiliki kuota khusus serta jumlah pelaku industrinya juga sangat terbatas.
"Kalau dikhawatirkan akan bocor sebagai bahan bakar itu tidak mungkin, karena sudah ada alokasi sendiri. Untuk petrokimia nanti bisa diaudit dan diawasi lebih mudah karena cuma dua perusahaan besar. Jadi penerapannya akan lebih transparan," tegas Fajar.
Harga Nafta
Selain mendorong kelanjutan regulasi bea masuk, Inaplas juga menyoroti perbandingan harga nafta dan substitusinya yaitu LPG di pasar global.
Menurut Fajar, pergerakan harga nafta saat ini sangat sulit diprediksi akibat tingginya dinamika dan ketegangan geopolitik global, terutama di Selat Hormuz.
Inaplas mencatat saat ini harga nafta saat ini berada di angka sekitar US$800—US$810/ton, sementara harga LPG berada di kisaran US$600/ton.
“Sempat melandai di bawah level US$800/ton, tetapi kembali melonjak di atas itu ketika geopolitik memanas. Di sisi lain, harga LPG secara historis cenderung lebih murah ketika memasuki musim panas,” kata Fajar.
Sebagai informasi, pemerintah resmi memberikan insentif berupa tarif bea masuk 0% untuk impor LPG bagi industri petrokimia selama enam bulan.
Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 50/2026 sebagai perubahan ketiga atas PMK Nomor 26/PMK.010/2022 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor.
Insentif tersebut mulai berlaku efektif pada 28 Juli 2026 atau tujuh hari setelah PMK diundangkan. Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan daya saing industri petrokimia yang masih bergantung pada pasokan LPG impor sebagai bahan baku maupun sumber energi.
Dalam PMK No. 50/2026, pemerintah menetapkan bahwa impor LPG dengan kode tarif 9845.10.00 dan 9845.20.00 akan dikenakan tarif bea masuk sebesar 0% untuk enam bulan. Ketentuan ini menjadi salah satu bentuk insentif fiskal yang diberikan kepada dunia usaha.
Dengan adanya penurunan tarif tersebut, biaya impor LPG diharapkan menjadi lebih rendah sehingga dapat membantu industri memperoleh bahan baku dengan biaya yang lebih efisien.
(smr/wdh)
































