Logo Bloomberg Technoz

Hasil pengujian perangkat memberikan berbagai pengalaman berikut ini.

Impresi Awal

Hal yang dapat menggambarkan Z Fold 8 adalah sebuah perangkat yang charming. Bobotnya 201 gram, tergolong ringa. Dengan bentuk baru, perangkat ini sangat menyenangkan untuk digunakan.

Ukuran layar sisi luar 5,5 inci terasa mudah dalam hal navigasi dengan satu tangan. tanpa membuat ibu jari lelah. Ini berbeda dengan saat menghabiskan waktu dengan Galaxy S26 Ultra dan iPhone 17 Pro Max.

Desain 'Passport' Galaxy Z Fold 8 dari Samsung (Bloomberg)

Hal yang menjadi keluhan; penempatan susunan kamera belakang Z Fold 8 menyebabkan getaran yang cukup terasa setiap kali hp ini diletakkan di atas meja. Biasanya hal seperti ini tidak terlalu mengganggu, tetapi kali ini sulit untuk diabaikan. Menggunakan casing biasanya membantu meratakan ponsel lain, tetapi saya tidak memiliki casing yang dirancang khusus untuk perangkat ini.

Usai rilis Z Fold 7 tahun lalu, Samsung memilih pendekatan yang lebih aman dengan pilihan warna yang lebih lembut pada jajaran produk 2026. Terjadi peningkatan dalam hal buka tutup layar.

Engselnya terbuka dengan sendirinya saat Anda beralih ke layar bagian dalam bergaya tablet, yang berarti Anda tidak bisa menggunakan Z Fold 8 sebagai “laptop” mini seperti pendahulunya.

Desain 'Passport' Galaxy Z Fold 8 dari Samsung (Bloomberg)

Layar

Jika ada satu pengorbanan yang jelas akibat bentuk perangkat yang lebih pendek dan gambot ini, adalah kepadatan informasi. Sebagian besar aplikasi menyesuaikan diri dengan rasio aspek 10:16 pada layar penutup, tetapi pengguna kehilangan ruang vertikal yang signifikan.

Layar ini jauh lebih pendek daripada perangkat bergaya candy bar, yang berarti, misalnya, pengguna akan melihat lebih sedikit subjek email hingga Anda mulai menggulir. Di iPhone 17 Pro Max saya, saya bisa melihat 10 baris subjek email. Di Z Fold 8, jumlahnya berkurang menjadi hanya lima.

Terlebih lagi, tampilan window preview bisa terlihat sangat kecil saat pengguna menggeser antar aplikasi di pengalih multitasking, yang menjadi masalah bagi pengguna yang memiliki penglihatan terbatas.

Para pengguna yang produktivitas mungkin tidak suka melihat informasi yang lebih sedikit di layar yang akan mereka lihat sekilas sepanjang hari. Hal ini juga berlaku untuk home screen: Sementara HP Samsung lainnya memungkinkan pengguna menempatkan hingga lima kolom aplikasi, kisi pada Z Fold 8 memiliki batas empat kolom.

Desain 'Passport' Galaxy Z Fold 8 dari Samsung (Bloomberg)

Pada unggahan Instagram sering kali memenuhi seluruh layar luar — terkadang bahkan melebihi ukuran layar, sehingga pengguna perlu menggeser sedikit untuk melihat gambar atau video secara utuh — dan riwayat percakapan yang terlihat saat membuka Slack pun menjadi lebih sedikit.

Sebagian masalah ini dapat diatasi dengan menyesuaikan preferensi ukuran teks di menu pengaturan Z Fold 8, tetapi sebagian orang mungkin tidak akan bersusah payah melakukannya.

Pilihan yang lebih baik adalah membuka perangkat dan beralih ke layar bagian dalam berukuran 7,6 inci. Jika pengguna melakukan ini dan memutar HP ke orientasi vertikal, video TikTok dan feed Instagram Anda akan berubah dari tampilan yang sempit menjadi sangat besar. Menggunakan layar bagian dalam tersebut dalam mode vertikal benar-benar membantu mengimbangi keterbatasan tinggi layar dalam mode landscape.

Pada orientasi layar normal, desain ini menghadirkan pengalaman membaca luar biasa, terasa lebih alami dan mirip buku dibandingkan perangkat yang lebih tipis macam Galaxy Z Fold 8 Ultra. Dan tidak seperti model-model sebelumnya, model ini cukup ringan untuk dibaca dari awal hingga akhir tanpa membuat tangan kram. 

Yang bisa menjadi masukkan tentu menghapus kamera yang mengganggu di layar dalam model landscape, pasalnya sudah ada kamera selfie pada layar penutup, tempat Anda kemungkinan besar akan melakukan panggilan video.

Desain 'Passport' Galaxy Z Fold 8 dari Samsung (Bloomberg)

Playback Video dan Foto

 

Penggunaan lain adalah browsing foto dari layar bagian dalam.  Kamera smartphone menangkap gambar dengan rasio 4:3, sehingga gambar tersebut secara otomatis akan memenuhi seluruh layar, menjadikan Z Fold 8 pilihan yang tepat untuk memamerkan foto-foto liburan terbaru.

Dan saat mengambil foto, layar penutup bagian luar berfungsi sebagai viewfinder  yang imersif, terlepas dari cara Anda memegang ponsel.

Z Fold 8 dilengkapi kamera utama beserta lensa w, namun tidak ada lensa telefoto yang dapat menawarkan zoom optik jarak dekat. Bisa dibilang cukup disayangkan, mengingat mode potret Samsung sering kali lebih unggul daripada Apple dan Google dalam hal pemisahan subjek dan pemburaman latar belakang dalam sebuah bidikan.

Desain 'Passport' Galaxy Z Fold 8 dari Samsung (Bloomberg)

Adapun iPhone Ultra yang rilis September, kemungkinan besar juga akan mengadopsi konfigurasi kamera ganda — sehingga memudahkan upgrade perangkat tahun depan bagi mereka yang menyukai jangkauan ekstra dari lensa zoom.

Sejauh ini, menikmati tontonan video di Z Fold 8 belum menjadi keunggulan besar seperti yang ingin ditonjolkan Samsung. Tentu saja, Anda bisa melakukan pinch-to-zoom untuk memperbesar konten, dan hasilnya jauh lebih besar daripada yang bisa ditampilkan oleh ponsel non-lipat mana pun. 

Akan tetapi, jika pengguna menonton film modern, gambar pada layar bagian dalam tidak jauh lebih besar daripada yang ditampilkan pada iPhone 17 Pro Max atau S26 Ultra. Setidaknya, bagian hitam sisi atas-bawah layar yang Anda tonton lebih kecil di sini.

Desain 'Passport' Galaxy Z Fold 8 dari Samsung (Bloomberg)

Agar gaya Z Fold 8 benar-benar mencapai potensi maksimalnya dalam hal hiburan, pengguna membutuhkan versi yang lebih besar — sesuatu yang setara dengan seri Z TriFold yang sudah tidak diproduksi lagi. Namun, perangkat semacam itu akan lebih merepotkan untuk digenggam dan kurang praktis saat masuk kantong.

Mungkinkah perusahaan asal Korea Selatan ini pada akhirnya akan meninggalkan model “Ultra” yang tinggi dan ramping, dan hanya memproduksi dua ukuran untuk model ini saja? Hal itu menurut saya sangat masuk akal: Sebagian orang hanya menginginkan perangkat serbaguna dan ringkas seperti Z Fold 8, sementara yang lain menginginkan produk yang benar-benar bisa melakukan segalanya.

Bagi Samsung, perusahaan tersebut sudah memiliki ekspektasi tinggi terhadap model baru ini, dengan keyakinan bahwa model tersebut akan menyumbang sekitar sepertiga dari penjualan ponsel lipatnya di AS.

Samsung Galaxy Z Fold 8. dok: Samsung

Sementara untuk Apple, iPhone lipat merupakan langkah kedua dari rencana tiga tahun untuk mengubah tampilan dan nuansa perangkat andalannya. Tahun lalu, Apple memperkenalkan model Pro dan Pro Max yang telah diperbarui serta versi yang lebih tipis bernama iPhone Air. Apple juga sedang mengerjakan perombakan iPhone terpisah pada tahun 2027 untuk menandai ulang tahun dua dekade produk tersebut.

Walau jajaran ponsel lipat terbaru ini amat laku, mereka kemungkinan besar belum akan menggantikan model Galaxy dan iPhone lainnya dalam waktu dekat — terutama untuk ukuran besar. Ada beberapa kompromi yang harus diterima saat memilih desain yang lebih pendek dan lebar. Jika pengguna adalah penggemar berat email atau sering menghabiskan waktu di feed TikTok, layar yang lebih besar (dan harga yang jauh lebih murah) dari Galaxy S26 Ultra, iPhone 17 Pro Max, atau iPhone Air tentu lebih masuk akal.

Desain 'Passport' Galaxy Z Fold 8 dari Samsung (Bloomberg)

Meski demikian, ada sesuatu dari desain ini yang bikin antusias. Smartphone telah berkembang hingga titik di mana perangkat baru sering terasa membosankan, dengan sebagian konsumen tidak terkesan oleh kamera yang sedikit lebih baik atau serangkaian fitur kecerdasan buatan. Bahkan pembaruan pada ponsel lipat terkadang terasa terlalu incremental.

(red)

No more pages