PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), emiten bidang jasa pengeboran darat dan lepas pantai untuk minyak dan gas, panas bumi, dan industri gas tercatat juga jatuh harga sahamnya 1,35% di posisi Rp146/saham, terlebih sempat amblas mencapai Rp140/saham.
Sebelumnya, konflik Timur Tengah saat ini mulai mereda usai AS menghentikan serangan sementara terhadap Iran sejak Jumat malam.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, angkatan bersenjata Iran menyatakan Teheran juga telah menangguhkan balasannya.
Sentimen ini direspons positif oleh pasar, setelah AS melancarkan serangan terhadap Republik Islam Iran selama 13 hari, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil Presiden AS Donald Trump.
Jeda tersebut terjadi ketika pejabat Iran dan Oman menggelar pembicaraan mengenai pelayaran kembali melalui Selat Hormuz, sehingga memunculkan harapan jalur pengiriman minyak paling penting di dunia itu dapat terhindar dari gangguan lebih lanjut.
“Penyelesaian konflik akan menjadi perkembangan yang positif,” papar Shoji Hirakawa, Kepala Strategi Global di Tokai Tokyo Intelligence Lab.
Menurutnya, jeda serangan tersebut meningkatkan harapan kedua pihak akan memasuki meja perundingan.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebut, adanya kabar Pakistan sedang mengupayakan usaha baru untuk memulai negosiasi damai antara AS dan Iran meskipun hambatannya saat ini sangat besar, jadi sentimen perdagangan saham hari ini.
“Seperti diketahui pada awal pekan lalu, Donald Trump mengatakan bahwa dirinya akan segera membuat keputusan apakah Amerika melakukan serangan besar terhadap Iran pasca konflik meluas ke laut merah,” jelas CGS International Sekuritas
Sementara itu di hari Jumat setempat kantor berita New York Time melaporkan, Donald Trump mengadakan pertemuan dengan penasihat terbaiknya dan pejabat senior kabinet untuk memutuskan apakah konflik dengan Iran akan diperbesar atau tidak.
Namun demikian, Panin Sekuritas menyebut, risiko geopolitik masih tinggi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menyerang fasilitas milik Saudi Aramco di pelabuhan Jizan dan Yanbu.
“Sehingga ketidakpastian terhadap pasokan energi global tetap tinggi,” sebut Panin.
(fad/naw)































