Logo Bloomberg Technoz

Di tengah meredanya ketegangan antara AS dan Iran, sentimen pasar pada pekan ini diperkirakan sangat dipengaruhi oleh hasil rapat Federal Open Market Committe (FOMC) pada Rabu (29/7/2026), disusul keputusan Bnak of England (BOE) pada Kamis (30/7/2026), dan Bank of Japan (BOJ) pada Jumat (31/7/2026). 

Ketiganya diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuannya, namun investor aan mencermati nada pernyataan masing-masing bank sentral untuk mengukur arah kebijakan pada beberapa bulan mendatang. Selain itu, para pejabat diperkirakan akan menekankan kewaspadaaan terhadap dampak inflasi dari kenaikan harga energi. 

Selain keputusan suku bunga, perhatian juga akan tertuju pada rilis indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk Juni. Sebagai indikator inflasi pilihan The Fed, data tersebut akan jadi acuan untuk menilai apakah tekanan harga masih cukup tinggi untuk membuka peluang kenaikan suku bunga pada September. 

Bagi rupiah, meredanya harga minyak memang memberi sedikit ruang bernapas setelah sempat tertekan. Namun, volatilitas diperkirakan masih tinggi hingga hasil rapat bank-bank sentral utama diumumkan.

Terlebih, jika The Fed mempertahankan sikap hawkish dan kembali membuka peluang kenaikan suku bunga pada September, dolar AS berpotensi kembali menguat dan mendorong arus modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. 

Dari sisi domestik, meningkatnya kebutuhan dolar AS demi menutup defisit impor energi diperkirakan dapat menggerus ketahanan eksternal Indonesia. Sebagai catatan, meski harga minyak telah terpangkas, namun harga rata-rata yang menjadi US$83 per barel masih melampaui target asumsi  dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang seharusnya US$70 per barel. 

Selain itu, dari dalam negeri juga ada sentimen keputusan pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI). Jabatan Gubernur BI secara otomatis akan diisi Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara.

"Sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama mengacu kepada UU BI, maka yang pertama Presiden terima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo tentu disertai ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih 7 tahun lamanya memimpin BI," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Di tengah kondisi ini, pergerakan rupiah di pasar spot diperkirakan akan ikut tertekan dan berada di rentang Rp17.890-Rp18.100/US$. 

Analisis Teknikal

Secara teknikal, rupiah berisiko lanjut melemah pada perdagangan hari ini. Target pelemahan menuju Rp17.980/US$ sampai dengan Rp18.000/US$.

Level selanjutnya pelemahan berharap tertahan di ke Rp18.100/US$ dengan tertembusnya support kuat dari posisi sebelumnya.

Analisis Teknikal Rupiah Senin 27 Juli 2026 (Sumber: Bloomberg)

Adapun dalam tren jangka menengah, atau dalam sepekan perdagangan, rupiah terkonfirmasi membentuk tren bearish. Bila tertembus trendline channel kuatnya lagi, maka kemungkinan makin melemah hingga Rp18.200/US$.

Namun jika rupiah memberikan tanda-tanda menguat, maka resistance terdekat dapat menuju Rp17.900/US$. Sedangkan rentang laju rupiah dalam resistance di antara Rp17.800/US$ sampai dengan Rp17.700/US$.

(riset/aji)

No more pages